Tenggarong, intuisi.co– Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Hingga kini, tercatat sekitar 500 unit usaha aktif yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat setempat.
Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, mengatakan bahwa pengembangan UMKM kini menjadi salah satu prioritas utama pelayanan publik kecamatan, bukan sekadar program tambahan. Menurutnya, geliat usaha rakyat itu mencerminkan meningkatnya kemandirian ekonomi masyarakat.
“Produk lokal seperti gula gait, amplang, dan makanan ringan memiliki pasar potensial, baik di tingkat lokal maupun lebih luas,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Untuk memperkuat daya saing para pelaku usaha, pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar dalam program pendampingan komprehensif.
Kegiatan ini meliputi pelatihan peningkatan kapasitas produksi, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran digital agar pelaku UMKM dapat menembus pasar modern.
“Melalui kerja sama dengan Disperindag, kami ingin pelaku UMKM di Sangasanga memiliki daya saing kuat agar produknya bisa bersaing di pasar modern,” jelas Dachriansyah.
Selain pelatihan, pemerintah juga menyalurkan bantuan peralatan usaha bagi sejumlah kelompok produktif. Bantuan tersebut antara lain berupa mesin jahit untuk usaha konveksi, alat tangkap ikan bagi nelayan kecil, dan freezer untuk pedagang ikan serta daging. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan para pelaku usaha.
Tak berhenti di situ, pemerintah turut membantu pengurusan legalitas usaha serta sertifikasi BPOM bagi produk makanan dan minuman. Upaya ini menjadi pintu masuk penting agar produk lokal Sangasanga bisa menembus ritel modern dan platform e-commerce nasional.
“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya bisa menjual di pasar lokal, tapi juga punya izin dan kualitas untuk menembus jaringan distribusi besar,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan juga menggandeng komunitas pemuda dan kelompok wirausaha muda dalam program digital entrepreneurship, sebagai upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Anak-anak muda perlu kami dorong jadi pengusaha. Dengan digitalisasi, mereka bisa pasarkan produk lokal ke luar daerah,” tambah Dachriansyah.
Program penguatan UMKM di Sangasanga diharapkan mampu menciptakan efek berantai ekonomi, mulai dari peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan sektor perdagangan lokal. Dengan dukungan pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta semangat wirausaha masyarakat, Kecamatan Sangasanga kini menjelma sebagai salah satu pusat pertumbuhan UMKM paling dinamis di Kukar.
Produk-produk lokal seperti gula gait, amplang, dan aneka olahan rumahan terus dikembangkan agar mampu bersaing di pasar modern dan nasional. “Harapan kami, UMKM di Sangasanga tidak hanya bertahan, tapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” pungkasnya. (rio/adv)



