Koperasi Merah Putih Loa Raya Bikin Gas LPG Lebih Murah

intuisi

24 Jun 2025 12:05 WITA

Koperasi Merah Putih di Loa Raya menggerakan komoditas sembako dan Gas LPG. (Istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), resmi mendirikan Koperasi Merah Putih sebagai solusi untuk penyediaan sembako dan LPG yang rutin, murah, dan terjangkau bagi seluruh warga. Langkah ini dianggap sebagai inovasi nyata dalam memperkuat ekonomi lokal dari tingkat paling bawah.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyatakan bahwa koperasi ini bukan sekadar pelengkap administrasi desa, melainkan wadah ekonomi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kami fokuskan usaha koperasi ini pada gerai sembako dan agen LPG. Selama ini, warga kami harus keluar desa karena stok terbatas dan harga kadang lebih mahal,” ujarnya, Selasa (24/6/2025).

Koperasi Merah Putih adalah lembaga ekonomi berbasis anggota yang sah secara hukum, berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan layanan jasa yang dikelola secara kolektif. Melalui sistem koperasi, warga bisa memperoleh harga lebih terjangkau, ketersediaan barang yang lebih stabil, serta kesempatan ikut berpartisipasi dalam pengelolaan dan keputusan bisnis.

Martin menambahkan, meskipun sudah ada beberapa toko yang menjual kebutuhan pokok, distribusi masih belum merata dan harga sembako di Loa Raya relatif lebih tinggi dibanding desa tetangga.

Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menekan disparitas harga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga. Gerai sembako dan agen LPG yang dijalankan koperasi akan mengutamakan keterjangkauan harga serta pasokan rutin, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Program Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari agenda nasional yang akan diluncurkan secara serentak di seluruh Kabupaten Kukar pada 19 Juli 2025, bertempat di Kecamatan Muara Badak.

Peluncuran akan digelar daring, dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto, dan diikuti kepala daerah se-Indonesia. Martin menekankan pentingnya partisipasi pengurus koperasi dari desanya agar memahami arah dan tujuan program.

Meskipun pengurus masih melengkapi dokumen administratif, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), Martin optimistis koperasi akan segera beroperasi. Antusiasme masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, cukup tinggi. “Kami yakin koperasi ini akan membawa manfaat nyata, bukan hanya menjual kebutuhan pokok, tapi juga membangun ketahanan ekonomi warga dari bawah,” pungkasnya.

Keberadaan Koperasi Merah Putih, Desa Loa Raya berharap bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kukar dalam menghadirkan ekonomi lokal yang mandiri, adil, dan berkelanjutan. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!