Tenggarong, intuisi.co– Transformasi Pasar Tangga Arung di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, tengah dipersiapkan sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi perdagangan, hiburan, dan ruang publik.
Pemerintah daerah menargetkan pasar ini tak hanya menjadi pusat niaga modern, tetapi juga destinasi keluarga yang nyaman dan inklusif.
Proyek pembangunan pasar tersebut kini telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2025. Dengan anggaran sekitar Rp400 miliar, pasar ini diproyeksikan memiliki lebih dari 700 unit ruangan yang akan menampung berbagai aktivitas ekonomi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menyebut bahwa tahapan penyelesaian saat ini berfokus pada aspek konektivitas dan lingkungan.
“Progres kini masih sekitar 14 persen, tapi itu untuk tahap penyelesaian. Jadi penyelesaian ini terkait dengan landscaping, utamanya terkait dengan parkiran,” jelasnya, Senin (11/8/2025). Kemudian, lanjutnya, ada beberapa penyelesaian untuk jembatan penghubung dari Pasar A ke B.
Di luar bangunan utama, Pemkab Kukar juga mulai merancang penataan kawasan sekitar pasar. Infrastruktur pendukung seperti pelebaran jalan, trotoar, dan sistem drainase akan dibenahi secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran.
“Minimal kita fungsionalkan dulu baru diperbaiki. Sementara dananya terbatas, kita perbaiki sebagian supaya akses pembuangan air ada dan tidak menggenang,” tambah Wiyono.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, ruang terbuka hijau (RTH) akan dibangun di depan area pasar. Area ini dirancang sebagai tempat bermain anak-anak sembari orang tua mereka berbelanja.
Lebih dari itu, Pemkab Kukar mengusulkan pembangunan bioskop sebagai bagian dari konsep kawasan terpadu. Fasilitas hiburan ini rencananya akan terhubung langsung dengan pasar melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
“Jadi, ada yang bapak-bapak itu nonton dulu sama anaknya, nah ibunya bisa ke pasar. Konsepnya seperti itu,” ungkap Wiyono.
Dua lokasi bioskop sedang dipertimbangkan, yakni di kawasan Pasar Tangga Arung dan Terminal Jonggon. Bangunan dirancang dengan parkiran di bawah dan studio di lantai atas, agar akses pengunjung tetap praktis tanpa harus keluar dari kompleks. (adv/ara)



