Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun

intuisi

17 Feb 2026 15:58 WITA

Ramadan
Pasar Ramadan di Lapangan Parkir Gor Segiri Samarinda. (alexander hutabarat/intuisi.co)

Samarinda, intuisi.co-Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia Kalimantan Timur menyiapkan uang layak edar sebesar Rp2,18 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat yang diperkirakan meningkat signifikan selama periode hari besar keagamaan tersebut.

“Penyediaan uang tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi sekaligus memastikan ketersediaan rupiah dalam jumlah dan pecahan yang memadai,” terang

Kepala Kantor Perwakilan BI (KPw-BI) Kalimantan Timur  Jajang Hermawan dalam keterangan pers yang diterima media ini pada Selasa (17/2/2026).

Jajang mengatakan komitmen tersebut tertuang dalam Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri disingkat Serambi. Program ini merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan uang Rupiah pada periode Ramadhan dan Idulfitri sekaligus bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang untuk menjamin ketersediaan uang yang layak edar.

“Kami memastikan distribusi uang dilakukan secara tepat sasaran dengan kualitas yang terjaga serta aman digunakan Masyarakat,” sebutnya.

Dengan kata lain, sambung dia, Bank Indonesia menggaransi uang yang beredar memiliki kualitas layak, dengan pecahan yang sesuai, tepat waktu sesuai kebutuhan Masyarakat. Tentunya aman dari upaya pemalsuan, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan kepentingan nasional.

Ramadan Tahun Ini Dongkrak Kebutuhan Uang di Kaltim

Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Adapun di Kalimantan Timur, kebutuhan uang kartal selama periode tersebut umumnya mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan tahunan.

“Untuk memenuhi puncak kebutuhan uang kartal di Kaltim, kami menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,18 triliun, meningkat 19,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Selain menyiapkan pasokan uang, BI Kaltim juga membuka layanan penukaran melalui program Serambi 2026 yang berlangsung pada 18 Februari hingga 15 Maret 2026. Layanan ini dilaksanakan bekerja sama dengan perbankan di tujuh kabupaten/kota dan mengikuti jam operasional masing-masing bank.

“Seluruh layanan pendaftaran penukaran dilakukan melalui aplikasi atau website Pintar dengan penukaran maksimal satu paket senilai Rp 5,3 juta per orang,” jelas Jajang.

Ia menambahkan, pembukaan kuota pendaftaran penukaran uang di wilayah Kalimantan dibagi ke dalam dua tahap, yakni 14 Februari 2026 pukul 08.00 Wita dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 Wita. Sejumlah lokasi strategis dipilih untuk memudahkan akses masyarakat, termasuk layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda.

Melalui program Serambi 2026, BI Kaltim juga mengajak masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, termasuk meningkatkan kesadaran dalam mengenali dan merawat uang.

“Masyarakat diharapkan mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D, merawat Rupiah dengan prinsip 5J, serta bijak bertransaksi selama Ramadhan dan Idulfitri,” pungkasnya. (rio/tar)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!