Pariwara

Andi Harun-Rusmadi Diprediksi Menang Telak di Pilkada Samarinda 2020

Hasil jajak pendapat dua lembaga survei kenamaan ini, menunjukkan keunggulan telak Andi Harun-Rusmadi dari lawan-lawannya di Pilkada Samarinda 2020.

Samarinda, intuisi.co – Dua lembaga survei, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dan Jaringan Isu Publik (JIP) merilis hasil survei Pilkada 2020 Kota Samarinda, Jumat, 4 Desember 2020. Hasil survei menunjukkan pasangan calon (paslon) Andi Harun-Rusmadi Wongso mengungguli dari dua paslon lain.

Paslon Andi Harun – Rusmadi berada pada posisi 40,9 persen untuk tingkat keterpilihannya. Sementara, paslon Barkati – Darlis Pattalongi berada pada 23,6 persen dan 21,4 persen untuk paslon Zairin Zain – Sarwono.  Sebanyak 10,2 persen belum menentukan pilihan dan 3,9 persen masih merahasiakan.

“Survei kami lakukan sejak 25 – 30 November 2020,” ungkap Peneliti LSI Denny JA, Fadhli Fakhri Fauzan saat memberi keterangan pers di Samarinda, Jumat.

Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan jumlah sampling 440 responden dengan margin of eror 4,8 persen. Para responden dipilih secara acak laki-laki dan perempuan dengan usia di atas 17 tahun atau yang sudah terdaftar sebagai pemilih. Pengambilan data langsung tatap muka oleh tim survei.

Dari hasil tersebut, lanjut Fadhli, paslon Andi Harun – Rusmadi juga punya pemilih kuat atau militan terbanyak 34,1 persen, disusul Barkati – Darlis 18,9 persen dan Zairin Zain – Sarwono 16,6 persen.

Untuk sebaran pemilih, lanjut dia dari 10 kecamatan yang terbagi dalam empat daerah pemilihan (dapil) rata-rata dikuasai Andi Harun – Rusmadi yakni atas 30 persen. Sementara, paslon Barkati – Darlis dan Zairin Zain – Sarwono masih di bawah 30 persen dan swing voter 30,4 persen.

“Rasanya angka ini sulit berubah jika tidak gerakan yang luar biasa. Sebab pencoblosan tinggal lima hari lagi,” tegasnya.

Bisa Berubah Drastis

Kendati begitu, Padahal tak menampik kontestasi pilkada bisa berubah drastis jika terjadi tsunami politik. Semisal, calon diterpa isu asusila, narkoba atau korupsi. Tiga isu ini dianggap paling rawan menggerus elektabilitas calon.

“Pengelaman kami di beberapa daerah lain tiga isu itu paling rawan. Ditambah kemungkinan lain seperti politik uang,” jelasnya.

Diketahui, pencoblosan pilkada Samarinda digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. KPU Samarinda menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2020 ini sebanyak 576.981 orang.

Dari angka tersebut KPU Samarinda menarget partisipasi pemilih 77,5 persen sesuai target nasional untuk seluruh KPU di Indonesia. (*)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by intuisi.co (@intuisimedia)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.