Sorotan

Anjloknya Kesembuhan Covid-19 di Kaltim, Hampir 20 Persen di Bawah Rerata Nasional

Statistik kasus covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan tren buruk. Bahkan lebih buruk dari rata-rata nasional. Dari kesembuhan hingga kematian.

Samarinda, intuisi.co – Covid-19 makin menggila di Kaltim. Total orang terkonfirmasi positif virus corona di provinsi ini telah mencapai 5181. Dengan rasio 139,2 per 100 ribu orang adalah positif Covid-19.

“Tingkat incident rate di Kaltim adalah 139,2. Hampir 140 orang per 100 ribu penduduk di Kaltim positif covid-19,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak, pada rilis hariannya, Senin petang, 7 September 2020.

Pada Senin ini, hingga pukul 12.00 Wita, terdapat penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 68 kasus. Terdiri dari Berau 7 kasus, Kutai Timur (Kutim) 2 kasus, Penajam Paser Utara (PPU) 3 kasus, dan Samarinda 56 kasus.

Sedangkan yang sembuh hanya bertambah 10 kasus. Yakni 1 dari Kutim dan 9 PPU. “Hingga kini total kasus sembuh 2963 atau 57,2 persen dari total kasus terkonfirmasi. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional yang di atas 70 persen,” beber Andi M Ishak.

“Ini menunjukkan tingkat penularan atau tingkat terkonfirmasi covid-19 jauh lebih tinggi dari tingkat kesembuhan. Apabila tak dilakukan upaya oleh kita semua memaksimalkan pencegahan, maka akan terus mengalami penurunan kesembuhan karena tak seimbang dengan penambahan kasus positif.”

Tiga Kasus Meninggal Dunia

Pada Senin ini di Kaltim, juga terdapat penambahan pasien positif covid-19 meninggal dunia sebanyak 3 orang. Ketiganya dari Samarinda yang dimakamkan sesuai protokol covid-19. Ketiganya adalah laki-laki usia 46, 57, dan 63 tahun yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Hingga saat ini, total kasus meninggal dunia di Kaltim telah mencapai 217 orang. Memunculkan angka case fatality rate sebanyak 4,2 persen. “Ini angka yang sangat tinggi bahkan menyamai atau malah melebihi rata-rata nasional. Dan tentunya juga perlu menjadi perhatian bahwa dampak dari covid-19 begitu luar biasa di Kaltim,” ungkap Andi.

Dengan tingkat kematian yang cukup tinggi, Andi kembali mengingatkan pentingnya meningkatkan tingkatkan kewaspadaan. Juga kepedulian, terutama terhadap kesehatan pribadi masing-masing untuk tak terpapar. Sekaligus tidak menularkan kepada orang lain. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.