HeadlineKutai KartanegaraPemkab Kukar

Desa Margahayu: Swasembada Pangan di Tengah Lahan Reklamasi

Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara untuk mencapai kemandirian dalam hal pangan.

banner diskominfo kukar

Loa Kulu, intuisi.co—Di tengah lahan bekas tambang batu bara di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terdapat sebuah desa yang mandiri dalam hal pangan. Desa Margahayu, demikian nama desa tersebut, mampu memproduksi padi dan ternak sapi dalam skala besar.

Desa Margahayu memiliki luas 8.500 hektare dan berpenduduk 3.736 jiwa. Juga dikenal dengan sebutan Jonggon A karena berlokasi di kawasan Jonggon. Di sana terhampar 400 hektare sawah tadah hujan yang menjadi sumber penghasilan utama warga.

“Kami menanam padi sebagai komoditas unggulan. Setiap satu hektare sawah bisa menghasilkan 4-5 ton gabah per panen,” kata Rusdi, Kepala Desa Margahayu, Minggu, 26 Maret 2023.

Rusdi mengatakan, keberhasilan swasembada pangan di desanya tidak lepas dari dukungan pemerintah. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membangun saluran irigasi dan memberikan bantuan alat pertanian, seperti mesin pengolahan padi. Alat-alat tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Margahayu.

Selain padi, Desa Margahayu juga mengembangkan peternakan sapi. Di lahan bekas tambang batu bara yang direklamasi oleh perusahaan, terbentuk padang penggembalaan atau mini ranch yang dimanfaatkan oleh peternak.

“Populasi sapi di desa kami sekitar 1.400 ekor. Kami memiliki lima kelompok tani yang bergerak di bidang peternakan,” ujar Rusdi.

Kelima kelompok tani tersebut adalah Karya Makmur, Aman Maju, Sumber Rezeki, Karya Bersama, dan Margahayu Makmur. Mereka berdiri sejak tahun 2008 hingga 2012 dengan rata-rata kepemilikan 15 ekor sapi per anggota.

Rusdi berharap, Desa Margahayu bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ingin mandiri dalam hal pangan. Ia juga mengapresiasi perusahaan tambang batu bara yang telah mereklamasi lahan bekas tambangnya menjadi lahan produktif.

“Kami bersyukur bisa hidup sejahtera di tengah lahan reklamasi. Kami berharap perusahaan tambang bisa terus menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Rusdi. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.