Dispar Kukar Bidik Panggung Nasional 2026 untuk Talenta Seni Lokal

intuisi

19 Nov 2025 12:33 WITA

desa wisata
Desa Wisata Pela di Kecamatan Kota Bangun, salah satu unggulan pariwisata Kukar. (istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Dorongan bagi seniman Kutai Kartanegara (Kukar) untuk tampil di panggung yang lebih besar memasuki fase baru. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mulai menggeser fokus dari sekadar promosi destinasi menjadi penguatan talenta seni pertunjukan, dengan target menembus industri event nasional pada 2026.

Perubahan arah kebijakan ini muncul setelah sejumlah penampilan seniman Kukar mulai mencuri perhatian publik di luar daerah. Salah satunya ketika musisi dan performer asal Kukar tampil di Yogyakarta pada pertengahan 2025. Momen tersebut dianggap Dispar sebagai sinyal kuat bahwa potensi talenta lokal sudah layak diarahkan ke ruang pertunjukan yang lebih terstruktur dan kompetitif.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulada, mengungkapkan bahwa panggung di Obelix Sea View memberi pengalaman penting sekaligus pembuktian bahwa karya seniman daerah mampu diterima audiens yang lebih luas.

“Jumlah penontonnya mencapai ribuan. Dari acara itu, kita melihat bahwa talenta kita betul-betul diterima dan diapresiasi,” kata Zikri pada Rabu (19/11/2025).

Namun, Zikri menegaskan apresiasi bukanlah tujuan akhir. Yang lebih krusial adalah bagaimana kesempatan tersebut menjadi pijakan untuk membuka jalur komunikasi dan kolaborasi dengan ekosistem industri pertunjukan di tingkat nasional, sebuah ruang yang sulit dijangkau tanpa strategi yang jelas.

Karena itu, Dispar mulai menyusun roadmap baru untuk 2026 dengan menyasar event-event yang selama ini dikenal sebagai ruang lahirnya banyak talenta nasional. Beberapa festival besar kini masuk radar pemerintah daerah, mulai dari Prambanan Jazz hingga Pestapora yang setiap tahun menjadi pusat pertemuan ribuan pelaku industri kreatif.

“Kita akan arahkan program promosi ini supaya talenta kita bisa tampil di ruang yang mempertemukan mereka dengan pelaku industri, bukan hanya sebagai hiburan sesaat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa strategi yang disiapkan tidak lagi hanya mengandalkan penampilan di destinasi tertentu seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada tahapan kurasi, pemilihan talenta secara selektif, hingga penguatan konsep pertunjukan agar para performer memiliki daya saing ketika muncul di panggung besar yang mengandalkan kualitas artistik dan profesionalisme.

Menurut Zikri, indikator keberhasilan daerah dalam ekosistem ekonomi kreatif tidak semata-mata pada seberapa sering seniman tampil, tetapi pada seberapa besar peluang karier yang berhasil tercipta bagi para pelaku seni.

“Target akhirnya sederhana: Kukar dikenal bukan hanya karena wisatanya, tetapi juga karena kekuatan talenta seninya,” tutup Zikri. (adv/rio)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!