Sorotan

Kasus Covid-19 Kembali Dominan di Kaltim setelah Libur Lebaran

Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim mengimbau masyarakat provinsi ini memperketat penerapan protokol kesehatan untuk memutus virus corona di Bumi Etam.

Samarinda, intuisi.co – Kasus positif kembali mendominasi laporan harian covid-19 di Kaltim. Warga diimbau terus memperketat protokol kesehatan agar penyebaran virus corona bisa dihentikan. Terutama setelah libur Lebaran yang belum lama berakhir.

Kamis, 20 Mei 2021, Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim mengumumkan tambahan 100 kasus terkonfirmasi positif virus corona di provinsi ini. Dengan perincian Berau 13 kasus, Kutai Barat 14 kasus, Kutai Kartanegara 15 kasus, dan Kutai Timur 3 kasus. Selain itu Paser 3 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 41 kasus, Bontang 2 kasus, dan Samarinda 8 kasus.

Sementara penambahan pasien sembuh dari covid-19 dilaporkan sebanyak 91 kasus. Meliputi Berau 6 kasus, Kutai Barat 6 kasus, Kutai Kartanegara 9 kasus, Kutai Timur 28 kasus, dan Mahakam Ulu 3 kasus. Diikuti Penajam Paser Utara 2 kasus, Balikpapan 28 kasus, Bontang 7 kasus, dan Samarinda 2 kasus. Adapun satu kasus meninggal dunia dilaporkan berasal dari Balikpapan.

Hingga pukul 15.00 Wita tadi, akumulasi kasus covid-19 di Kaltim telah mencapai 70.504 atau 1894,6 kasus per 100 ribu penduduk dengan positif rate 25,8 persn dari kasus diperiksa. Sedangkan total kasus sembuh mencapai 67.707 atau 96 persen dari akumulasi kasus positif dan kematian 1692 atau 2,4 persen. Menyisakan 1105 kasus aktif atau masih menjalani perawatan maupun isolasi mandiri.

Pesan Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan bahwa setelah Hari Raya Idulfitri atau Lebaran, masyarakat diimbau tidak kendor protokol kesehatan. Tetap taati anjuran pemerintah dalam upaya memutus rantai penularan virus corona di Kaltim.

“Setelah Lebaran, kasus Covid-19 menunjukkan gejala pelandaian, meskipun itu angkanya masih cukup tinggi. Untuk menekan penularan diharapkan masyarakat jangan kendor melaksanakan protokol kesehatan,” sebut Andi Muhammad Ishak, Rabu, 19 Mei 2021, dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim.

Ditambahkan, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro, yang telah dilaksanakan selama ini, juga sangat membantu menekan penularan virus corona. Karena aktivitas dan interaksi masyarakat bisa dikurangi.

“Gubernur memperpanjang PPKM berbasis Mikro sampai 31 Mei. Kebijakan ini sangat membantu meminimalisir penyebaran Covid-19” tandasnya.

Andi mengakui kasus Covid-19 masih fluktuatif. Karenanya, masyarakat jangan sampai lalai dan kendor tetap disiplin dan taat menerapkan protokol kesehatan selalu menerapkan 5M.

“Upaya kita terus melakukan tracing secara gencar, pemeriksaan (testing) dan melayani mereka yang terinfeksi dengan treatment-nya, di samping vaksinasi,” pungkasnya. (*)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by intuisi.co (@intuisimedia)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.