Kecamatan Kembang Janggut Fokus Dukung Petani Sawit

intuisi

20 Jul 2025 10:23 WITA

Ilustrasi petani sawit di Kutai Kartanegara. (Istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan kemajuan signifikan. Koperasi ini dirancang sebagai wadah usaha bersama antar desa, dengan fokus utama mendukung sektor unggulan wilayah: perkebunan kelapa sawit.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kembang Janggut, Suhartono, menyebut bahwa inisiatif koperasi diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam hal penyediaan pupuk bagi petani sawit.

“Mayoritas koperasi Merah Putih ingin menyediakan layanan penjualan pupuk, mengingat potensi utama hampir semua desa di sini adalah perkebunan,” ujarnya, Minggu (20/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar warga di wilayahnya menggantungkan hidup dari sektor kelapa sawit. Meski banyak lahan masih dikelola oleh perusahaan besar, masyarakat juga memiliki kebun sawit secara mandiri. “Memang sebagian besar lahan masih dimiliki perusahaan, tetapi warga juga memiliki kebun sawit secara pribadi,” jelasnya.

Dari total 12 desa di Kecamatan Kembang Janggut, tujuh desa telah menyelesaikan proses legalitas koperasi di hadapan notaris. Sementara lima desa lainnya masih dalam tahap melengkapi dokumen administrasi.

“Sampai hari ini sudah ada tujuh desa yang memperoleh legalitas dari notaris. Kini masih ada lima desa dalam proses karena berkas administrasi yang belum lengkap,” tambah Suhartono.

Terkait keberadaan Koperasi Belayan Sejahtera di Desa Muai yang telah lebih dulu berkembang pesat, Suhartono menilai tidak akan terjadi tumpang tindih kepentingan. Menurutnya, kedua koperasi memiliki karakteristik dan cakupan usaha yang berbeda.

“Koperasi Belayan Sejahtera itu sudah besar, dengan anggota mencapai tiga ribu orang, fokusnya lebih banyak ke sektor perkebunan. Sedangkan Koperasi Merah Putih memiliki enam sektor wajib seperti simpan pinjam, apotek, klinik, sembako, dan lainnya. Jadi mereka bisa berbagi ruang usaha,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif antar desa dan dukungan dari pemerintah kecamatan, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi lokal, membuka akses usaha yang lebih adil, serta menjadi mitra strategis bagi petani sawit dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!