Samarinda, intuisi.co – Program pendidikan GratisPol yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Sya’diah. Dia menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan, khususnya antara sekolah negeri dan swasta.
Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan GratisPol yang saat ini mulai diterapkan di beberapa daerah, termasuk Kota Balikpapan. Menurutnya, ketimpangan dalam distribusi peserta didik menjadi persoalan mendasar yang perlu segera diatasi.
Data dari Dinas Pendidikan Kota Balikpapan menyebutkan ketimpangan distribusi siswa di Balikpapan terlihat dari terbatasnya daya tampung sekolah negeri, terutama SMA/SMK, yang hanya mampu menampung sekitar 51 persen lulusan SMP.
Kondisi ini memaksa sebagian siswa untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan biaya yang lebih tinggi. Selain itu, ada ketimpangan persepsi masyarakat yang masih menganggap sekolah negeri favorit lebih baik daripada sekolah lain, baik negeri maupun swasta.
“Yang menjadi perhatian kita adalah distribusi siswa yang belum merata, baik di sekolah negeri maupun swasta. Ini harus menjadi fokus utama,” kata Syarifatul saat diwawamcarai oleh awak media pada Senin (7/7/2025).
Dengan demikian, sekitar 49 persen siswa lainnya harus mengandalkan sekolah swasta sebagai pilihan pendidikan lanjutan. Kondisi ini menurut Syarifatul bukanlah hal yang harus dikhawatirkan selama ada komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian setara kepada sekolah swasta.
“Pemerintah harus memastikan kehadirannya di seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya program GratisPol, harapannya adalah pemerataan manfaat hingga ke sekolah swasta,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan fiskal dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, GratisPol sebagai program strategis perlu disokong oleh perencanaan yang matang dan pendataan yang akurat.
“Yang utama adalah kejelasan data agar program ini benar-benar menyasar pada kebutuhan yang riil,” tambahnya.
Tak hanya itu, Syarifatul juga menilai bahwa dukungan anggaran harus menjadi perhatian utama agar implementasi GratisPol bisa berjalan optimal. Dirinya mengusulkan agar kebijakan fiskal turut diarahkan mendukung program pendidikan ini secara menyeluruh.
Dengan harapan besar, Syarifatul menginginkan agar pelaksanaan GratisPol ke depan mampu memberikan dampak nyata yang dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (adv/rfh/ara)



