Sorotan

Lebih Seribu Kematian di Kaltim, Covid-19 Bukan Konspirasi

Sudah seribu kasus kematian positif covid-19 dicatatkan di Kaltim selama lebih 10 bulan pandemi virus corona di provinsi ini.

Samarinda, intuisi.co – Sekitar 10 bulan sudah virus corona mewabah di Kaltim. Hingga kini, sudah 1018 kasus dilaporkan meninggal dunia. Yang berarti, dalam sebulan setidaknya ada 100 nyawa melayang karena covid-19 di provinsi ini.

“Makanya kami minta warga tak anggap remeh kasus covid-19 ini,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, dr Padillah Mante Runa, dikonfirmasi Selasa sore, 2 Februari 2021.

Per Selasa ini, sudah 42.021 warga terkonfirmasi positif covid-19 di Kaltim. Sebanyak 33.432 kasus telah dinyatakan sembuh. Menyisakan 7.571 kasus berstatus aktif atau masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

Sepuluh bulan sejak pandemi covid-19 di Kaltim, sepuluh kabupaten/kota di provinsi ini seluruhnya berstatus zona merah. Seiring konfirmasi harian yang tak terbendung hari ke hari selama sebulan terakhir.

Menurut Padilah, tingginya kasus tersebut tak lepas dari sikap acuh tak acuh masyarakat terhadap covid-19. Padahal, protokol kesehatan di masyarakat secara menyeluruh, bakal ampuh menekan sebaran virus corona.

“Andai taat dengan protokol kesehatan, hal seperti ini tentu tak terjadi. Semua dimulai dari diri sendiri. Mudah saja pakai masker, cuci tangan, hingga hindari kerumunan,” tegasnya.

Tanggap Sikapi Covid-19

Pemicu lainnya, sambung Padilah, adalah sikap masyarakat yang tak cepat tanggap. Hal itupun menyulitkan langkah otoritas terkait dalam pencegahan 3T alias testing, tracing, treatment. Kesadaran warga memeriksakan diri jika mengalami gejala, bakal sangat penting dalam pencegahan. Itu mengapa otoritas terkait giat menyosialisasikan berbagai gejala virus corona. Yang umumnya demam, indra penciuman hilang, hingga batuk-batuk.

Masyarakat diingatkan untuk tak menunggu kondisi memburuk sebelum ke rumah sakit. Semakin cepat ditangani, makin maksimal treatment bisa diberikan. Terlebih terhadap kasus yang memiliki komorbid seperti hipertensi dan diabetes.

“Jangan menunda-nunda. Segera ke dokter untuk dapatkan penanganan,” imbuhnya.

Padilah menegaskan jika penyebaran virus corona bisa dicegah selama warga menaati protokol kesehatan. Jika langkah tersebut bisa dilakukan dengan penuh disiplin, penanganan covid-19 diyakini bakal efektif. Apalagi virus tersebut tak bisa bertahan lama di udara.

“Ingat virus corona ini bukan konspirasi. Ini nyata, saya sudah merasakan,” pungkasnya. (*)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by intuisi.co (@intuisimedia)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.