Muara Jawa Bersiap Jadi Motor Pertumbuhan Baru di Pesisir Kukar

intuisi

28 Okt 2025 14:55 WITA

Muara Jawa
Desa Muara Pegah, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa. (istimewa)

Tenggarong, intuisi.co – Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menjadi salah satu wilayah pesisir yang paling strategis dalam peta pembangunan daerah. Selain masuk dalam prioritas Pemkab Kukar, kawasan ini juga memperoleh dukungan langsung dari program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berbatasan di sisi selatan.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, menegaskan bahwa arah pembangunan di wilayahnya berjalan sejalan dengan kebijakan Pemkab Kukar, sekaligus memperkuat konektivitas dengan proyek-proyek nasional di sekitar IKN.

“Program yang kami jalankan sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu. Progresnya hampir sama dengan kecamatan lain, sudah mencapai sekitar 60–70 persen,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Menurut Ramli, fokus utama pembangunan saat ini diarahkan pada infrastruktur dasar yang menunjang mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir. Peningkatan kualitas jalan menjadi prioritas, baik jalan kabupaten maupun ruas penghubung antar-desa, agar akses menuju kawasan industri migas, pelabuhan, dan pusat ekonomi baru semakin lancar.

Ia menambahkan, posisi Muara Jawa yang berdekatan dengan IKN membawa keuntungan strategis.
Selain menerima program pembangunan dari Pemkab Kukar, wilayah ini juga mulai mendapat dukungan tambahan dari pemerintah pusat melalui berbagai skema kolaboratif.

“Di bidang pendidikan, sudah dijanjikan akan dibangun sebuah universitas. Selain itu, dalam komunikasi terakhir juga akan dibangunkan taman kota,” ungkapnya.

Ramli menjelaskan, pembangunan universitas tersebut akan menjadi proyek besar yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, sekaligus memperkuat peran Muara Jawa sebagai kawasan penyangga pendidikan di sekitar IKN.

Selain sektor infrastruktur dan pendidikan, pemerintah kecamatan juga mendorong penguatan ekonomi produktif berbasis potensi lokal. Program pemberdayaan masyarakat diarahkan pada pengembangan usaha kecil, perikanan tangkap, industri rumah tangga, dan layanan jasa pendukung sektor migas.

Meski demikian, Ramli menegaskan bahwa arah pembangunan Muara Jawa tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar. “Harapan kami, selama belum ada keputusan resmi baik undang-undang maupun kepres terkait pemindahan wilayah ke IKN, maka kami tetap mengikuti aturan dan arahan pembangunan dari Pemkab Kukar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa dalam dokumen RPJMD saat ini, beberapa kecamatan pesisir seperti Muara Jawa, Samboja, Sangasanga, Loa Kulu, dan Loa Janan belum disebut secara eksplisit terkait integrasi dengan IKN.
Namun, hal itu tidak mengurangi semangat untuk mempercepat pembangunan.

“Walaupun belum tercantum secara eksplisit, kami tetap menjalankan program sesuai kebutuhan masyarakat dan arahan bupati,” jelasnya.

Dengan posisi strategis di antara kawasan industri, pelabuhan, dan koridor pengembangan IKN, Muara Jawa kini berada di jalur penting pembangunan pesisir Kukar. Sinergi antara Pemkab Kukar dan program IKN membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Muara Jawa pun bersiap menjelma menjadi motor pertumbuhan baru di kawasan pesisir, sekaligus bukti nyata bagaimana kolaborasi daerah dan proyek nasional dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat di tingkat kecamatan. (rio/adv)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!