Tenggarong, intuisi.co– Pembangunan Pasar Tangga Arung di jantung Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini memasuki tahap akhir. Dengan progres fisik mencapai 80 persen, pasar modern ini ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2026.
Menyambut rampungnya pembangunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar mulai menyiapkan proses relokasi pedagang secara tertib dan transparan. Salah satu langkah awal adalah pembentukan tim khusus yang akan memverifikasi ulang data pedagang dan menyusun regulasi teknis penempatan lapak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menegaskan bahwa relokasi akan mengedepankan asas keadilan.
“Kita akan buat tim lagi, semacam tim untuk penyiapan penempatan para pedagang. Nanti kita buatkan tata tertibnya, ada daftar ulangnya juga,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Pedagang yang memiliki tunggakan retribusi diwajibkan melunasi kewajiban sebelum menempati lapak. Selain itu, setiap pelaku usaha hanya diperbolehkan memiliki satu lapak berdasarkan satu kartu keluarga (KK). “Satu pelaku usaha satu KK, tidak boleh lebih,” tegas Sayid.
Data awal yang digunakan masih merujuk pada hasil pendataan dua tahun lalu, yakni sebanyak 703 pedagang. Namun, karena jeda waktu yang cukup lama, Disperindag akan membuka kembali proses pendaftaran untuk memastikan keabsahan data terbaru.
“Kita akan daftar ulang lagi, apakah angka itu masih atau ada yang undur diri, sakit, meninggal atau bagaimana. Kita tidak tahu proses dua tahun relokasi,” jelasnya.
Untuk menciptakan pasar yang lebih teratur dan tematik, Disperindag Kukar juga telah melakukan studi tiru ke beberapa pasar lain. Hasilnya, konsep zonasi akan diterapkan guna mengelompokkan jenis dagangan secara sistematis.
“Pemerintah akan buatkan penataannya secara khusus. Zona pakaian, idaman, aksesoris, dan yang pasti, semua yang dijual itu serba kemasan,” tambahnya.
Tak hanya soal penataan, kawasan Pasar Tangga Arung juga dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan hiburan. Sayid menyambut baik rencana pembangunan bioskop di sekitar pasar, yang dinilai dapat memperkuat daya tarik kawasan dan meningkatkan penjualan pedagang.
“Itu bagus, agar pasar kita semakin ramai dikunjungi,” pungkasnya.
Dengan pendekatan relokasi yang terstruktur dan dukungan fasilitas pendukung, Pasar Tangga Arung diharapkan menjadi ikon baru perdagangan modern di Kukar, tempat yang tertib, tematik, dan ramai pengunjung. (adv/ara)



