Perbaikan Rumah Warga Berpenghasilan Rendah di Kukar Berlanjut

intuisi

28 Okt 2025 16:22 WITA

Ilustrasi perumahan di Kukar. (Istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Upaya meningkatkan kelayakan tempat tinggal bagi warga berpenghasilan rendah terus dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun 2025, program tersebut kembali digulirkan meski dengan cakupan penerima yang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas bantuan melalui penyesuaian nilai perbaikan.

Disperkim Kukar menetapkan 90 unit rumah sebagai sasaran bantuan tahun ini, dengan alokasi hingga Rp50 juta untuk setiap penerima. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibanding realisasi 2024 yang mencapai ratusan unit, namun peningkatan nilai dukungan per rumah dinilai dapat memberikan dampak lebih signifikan bagi warga.

Penyesuaian ini, menurut pemerintah daerah, merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus memastikan perbaikan fisik rumah memenuhi standar kelayakan.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Kukar, Rakhmadan, menegaskan bahwa keputusan menaikkan nilai bantuan berpengaruh langsung pada jumlah unit yang dapat dikerjakan tahun ini. “Bupati Kukar meminta agar nilai bantuan ditingkatkan menjadi Rp50 juta, sehingga hanya bisa direalisasikan 90 unit rumah,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Penerima bantuan tersebar di wilayah Sebulu, Muara Kaman, dan Sanga-Sanga, berdasarkan data Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK) yang bersumber dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Perbaikan dilakukan menyesuaikan kerusakan di tiap rumah, mulai dari atap, lantai, hingga dinding. Pelaksanaan teknis program kembali menggandeng Kodim 0906 Kukar yang selama ini terlibat dalam proses konstruksi.

Rakhmadan menjelaskan bahwa karakteristik kerusakan rumah warga berbeda-beda, sehingga prioritas perbaikan ditentukan berdasarkan kebutuhan mendesak di lapangan.

“Kami sesuaikan dengan kebutuhan. Kalau hanya atap yang rusak, maka itu yang diperbaiki. Tapi jika ketiganya rusak, kami upayakan perbaikan menyeluruh sesuai anggaran,” terangnya.

Sejak dijalankan pada 2023, lebih dari seribu unit rumah telah mendapat penanganan melalui program ini. Dampaknya dirasakan warga seperti Kusmayadi, lansia berusia 70 tahun asal Tenggarong, yang rumahnya mengalami peningkatan kondisi setelah mendapat bantuan perbaikan atap dan lantai.

“Kondisi rumah saya sudah tua, banyak bocor dan lantai jabuk. Saya tidak mampu memperbaiki sendiri karena kesehatan menurun,” tuturnya.

Meski bersyukur, ia berharap bantuan dapat dilanjutkan untuk memperbaiki bagian dinding rumah yang mulai rapuh. “Kalau bisa, dinding juga dibantu. Supaya saat hujan, air tidak masuk dan binatang liar tidak mudah masuk rumah,” tambahnya. Baginya, program RTLH benar-benar membantu warga yang hidup dalam keterbatasan. “Bantuan ini sangat tepat sasaran,” ucapnya.

Dengan dukungan lintas instansi dan mekanisme berbasis data, Disperkim Kukar optimistis program RTLH akan tetap memberi manfaat meski jumlah unit yang dikerjakan lebih sedikit. Pemerintah daerah menekankan bahwa orientasi utama tahun ini adalah memberikan hasil yang lebih berkualitas dan berdaya guna bagi penerima. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!