Soal Dugaan Sampah GOR Kadrie Oening, DLH Samarinda Beri Respons Tegas

intuisi

16 Agu 2025 20:50 WITA

GOR Kadrie Oening
Warga saat menunjukkan tumpukan sampah plastik yang diduga berasal dari GOR Kadrie Oening. (istimewa)

Samarinda, intuisi.co– Warga Pondok Surya, Kelurahan Sempaja Selatan, resah dengan penumpukan sampah plastik di aliran sungai sekitar permukiman mereka. Sampah-sampah tersebut diduga berasal dari kawasan GOR Kadrie Oening, Stadion Sempaja, yang terbawa arus hingga ke hilir.

Ketua RT 29 Pondok Surya, Ridwan Salam, mengatakan lokasi wilayahnya berada di ujung aliran sungai sehingga sering menjadi titik penampungan akhir sampah dari daerah atas. “Alhamdulillah pembenahan sungai sudah dilaksanakan, jadi aliran semakin membaik. Tapi karena kami di penghujung sungai, dikhawatirkan kalau banjir besar, kami yang kena dampaknya. Kelihatannya, sampah-sampah yang datang itu dari arah GOR,” ungkap Ridwan, Sabtu (16/8/2025).

Menurut Ridwan, persoalan ini bukan kali pertama disampaikan. Laporan resmi sudah pernah diajukan ke Pemerintah Kota Samarinda maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, ia menilai hingga kini belum ada solusi permanen. Ridwan mengusulkan agar Pemkot memasang jaring penahan sampah di hulu sungai untuk mencegah limbah plastik hanyut hingga ke pemukiman warga.

Keluhan serupa datang dari Ketua RT 30 Pondok Surya, Anang Rivani. Ia menggambarkan kondisi parah saat hujan deras atau air pasang. “Tumpukan sampah bisa menggunung hampir dua meter di bawah jembatan. Air tidak bisa melarutkan, jadi petugas kebersihan kami yang memungut lalu membuangnya,” kata Anang.

Menurutnya, petugas kebersihan di wilayah Pondok Surya bekerja rutin setiap sore dan pagi hari mengangkut sampah. Tetapi masalah tetap berulang setiap kali curah hujan tinggi. Sampah dari wilayah hulu terus terbawa ke sungai kecil yang melintas di kawasan mereka.

Anang menegaskan usulan pemasangan jaring penahan sampah di hulu sebenarnya sudah pernah diajukan. Namun hingga kini, belum ada langkah nyata dari pemerintah. “Kami tidak menuduh siapa, tapi jelas jalur atas membawa sampah ke sini. Kalau ada jaring, setidaknya sampah luar tidak masuk ke wilayah kami,” sebutnya.

Terpisah, DLH Samarinda menegaskan siap menjatuhkan sanksi kepada pengelola GOR Kadrie Oening apabila terbukti membuang sampah ke saluran drainase yang bermuara ke Sungai Karang Mumus (SKM). Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah, menyebut pihaknya sudah menerima laporan resmi dari Kelurahan Sempaja Selatan terkait persoalan ini.

“Sudah masuk suratnya, laporan tentang pembuangan sampah yang diduga dari GOR (Kadrie Oening) ke drainase di sebelah GOR itu yang tembus ke SKM. Tadi pagi sudah saya kirim petugas untuk membersihkan. Sampahnya sudah dibersihkan semua,” kata Endang.

Menurut Endang, pembersihan hanyalah langkah awal. DLH akan mengirim tim verifikasi untuk memastikan sumber sampah. “Besoknya lagi kita akan kirim petugas untuk memverifikasi, apakah benar mereka yang buang atau orang sekitar akibat kegiatan hari Minggu. Kalau itu benar, tentunya ada sanksi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan kebersihan di GOR Kadrie Oening sejauh ini belum bekerja sama secara formal dengan Pemkot Samarinda. Kerja sama hanya pernah dilakukan secara terbatas saat ada event. “Kalau mereka minta kontainer, kita taruh. Untuk harian belum bekerja sama. Kalau mau ya bersurat resmi,” ujarnya.

Endang menekankan, lokasi pembuangan sampah bukan langsung ke sungai, melainkan ke drainase di sebelah GOR Kadrie Oening yang bermuara ke SKM. Pembersihan terakhir dilakukan bersama komunitas Hantu Banyu. “Tapi itu bukan berarti persoalan sudah selesai. Kita akan cari tahu siapa yang buang. Kalau benar dari pengelola atau kegiatan di GOR, tentu ada teguran dan sanksi,” katanya.

Ia juga mengungkap, penumpukan sampah di Jalan Perjuangan sudah tiga kali dibersihkan oleh petugas DLH. Untuk menghindari persoalan berulang, ia mendorong pengelola GOR menggunakan fasilitas resmi DLH. “Kalau memang mau, lapor saja. Kita sediakan kontainer, suruh buang di situ, nanti kita angkat. Gampang, tidak ada yang susah,” pungkasnya. (*)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!