Tak Kunjung Mereda, Sebaran Covid-19 di Kaltim Kian Mencemaskan

Ricky Bravo

28 Jan 2021 18:51 WITA

covid
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto. (instagram/pemrov_kaltim)

Samarinda, intuisi.co – Agresi virus corona atau covid-19 di Kaltim kian mencemaskan. Konfirmasi harian nyaris selalu tinggi belakangan ini. Hingga kasus aktif pun telah mencapai 7077 yang tersebar di seluruh provinsi ini.

Kamis, 28 Januari 2021, Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim mengumumkan tambahan 459 kasus positif virus corona di Bumi Etam. Dengan perincian Berau 45 kasus, Kutai Barat 23, Kutai Kartanegara 62, Kutai Timur 44, dan Paser 8. Selain itu Penajam Paser Utara 13 kasus, Balikpapan 164, Bontang 44, dan Samarinda 56.

Pasien sembuh juga dilaporkan bertambah 397 kasus. Terdiri dari Berau 32 kasus, Kutai Barat 1, Kutai Kartanegara 48, Kutai Timur 32, dan Paser 28. Diikuti Penajam Paser Utara 36 kasus, Balikpapan 130, Bontang 37, dan Samarinda 53. Sebanyak 6 kasus lain dilaporkan meninggal dunia berasal dari Balikpapan 4 kasus dan Bontang 2.

Hingga pukul 15.00 Wita tadi, akumulasi kasus positif covid-19 di Kaltim telah mencapai 39.186 atau 1053 kasus per 100 ribu penduduk. Dengan positif rate sebesar 20,1 persen. Sedangkan total pasien sembuh mencapai 31.141 atau 79,5 persen dari akumulasi kasus positif. Dan 978 kasus meninggal dunia atau 2,5 persen. Menyisakan 7077 kasus positif aktif atau kasus masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

Tingginya kasus virus corona di Kaltim saat ini benar-benar tak bisa dianggap remeh. Langkah pencegahan harus terus dilakukan. “Semakin mencemaskan. Tapi kita tidak boleh menyerah,” sebut Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Yudha Pranoto, Kamis, 28 Januari 2021, dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim.

Tetap Jangan Panik Berlebihan Hadapi Covid-19

Meski demikian, Yudha yang juga kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim tersebut, meminta masyarakat untuk tak perlu panik berlebihan. Menghindari agresi covid-19, cukup dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jika ketentuan tersebut bisa dilakukan dengan patuh dan disiplin, angka positif di Kaltim diyakini akan terus menurun. Angka kesembuhan pun bakal semakin besar.

“Cukup dengan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, rajin mencuci tangan, konsumsi makanan sehat bergizi, tingkatkan imun, dan jangan lupa berdoa,” pungkas Yudha. (*)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by intuisi.co (@intuisimedia)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!

Iklan di sini!

Iklan di sini!