Gaya Hidup

Tekan Lakalantas, AHM Uji Skill Instruktur Keselamatan Berkendara 

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok. Keselamatan berkendara menjadi ihwal krusial. Astra Honda Motor (AHM) pun menjadi saluran edukasi.

Jakarta, intuisi.co-Data WHO Global Status Report on Road Safety menyebut setiap tahun, lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut 90 persen terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Statistik kepolisian Republik Indonesia juga demikian. Rata-rata 3 orang meninggal per jamnya akibat kecelakaan di jalan. Sebanyak 61 persen petaka disebabkan kelalaian manusia. Ini pula yang mendorong AHM menjadi pelopor dalam keselamatan berkendara di jalan.

Para instruktur keselamatan AHM berkendara pun kerap ikut pelatihan demi mempertajam kapasitas. Mereka juga turut dalam kompetisi bertalian dengan safety riding. Termasuk tahun ini kembali digelar daring. Tajuknya, Astra Honda Virtual Safety Riding Instructors Competition 2021. Kontes ini melibatkan 2.000 advisor yang terdiri dari karyawan diler dan komunitas Honda. Sebelum menuju kompetisi nasional, lebih dahulu digelar seleksi regional pada 18 Oktober–14 November 2021. Lantas dilanjutkan, tingkat nasional pada 22–26 November 2021. Khusus kontesi ini dibatasi 168  advisor safety riding dan 60 instruktur safety riding terpilih dari seluruh Indonesia.

“Kami terus berupaya menjaga kualitas dan kompetensi para instruktur Honda sebagai bentuk komitmen mewujudkan budaya keselamatan berkendara yang aman dan nyaman,” ujar General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya dalam keterangan resminya yang diterima intuisi.co pada Selasa malam, 19 Oktober 2021.

Edukasi Keselamatan Berkendara dari AHM

Dia mengatakan, kompetisi instruktur safety riding virtual ini merupakan upaya perusahaan memastikan kemampuan para instruktur safety riding Honda, sehingga bisa efektif dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara kendati berada di tengah suasana pandemik Covid-19. Nantinya, para peserta diuji dalam hal pemahaman dan keterampilan mengenai keselamatan berkendara. Uji kemampuan teori akan diukur pengetahuan dan pemahaman para peserta tentang keselamatan berkendara. Dalam hal keterampilan, para instruktur diuji mengenai kreativitas dan kemampuan memberikan edukasi keselamatan berkendara pada masyarakat.

“Selain itu, mereka juga diuji kapabilitas dalam menganalisis lantas mengantisipasi potensi bahaya serta edukasi konsumen terkait prediksi bahaya saat berkendara,” imbuhnya.

Bagi diler utama yang memiliki Safety Riding Center seperti Banten, Jakarta-Tangerang, Jambi, Riau, Jawa Timur, Sumatera Utara, Yogyakarta, dan Jawa Barat akan mendapatkan pengujian tersendiri. Para instruktur safety riding dari kedelapan kota ini akan diuji kemampuan mengembangkan program pelatihan keselamatan berkendara berdasarkan analisis kebutuhan calon peserta pelatihan. Mereka juga akan dites dalam mengedukasi lewat alat simulasi Honda Riding Trainer (HRT). Saat ini, AHM memiliki 940 HRT yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh 23,4 juta orang sejak 2002 lalu. Perlu diingat selain advisor diler, para anggota komunitas Honda juga merupakan bagian dari agen perubahan keselamatan berkendara di jalan.

“Kemampuan memprediksi bahaya telah menjadi perhatian utama kami. Ini merupakan upaya kontribusi menurunkan tingkat kecelakaan di jalan raya. Kepekaan memprediksi bahaya dapat menjadi budaya baru di jalan raya demi keselamatan bersama,” tutup Andy. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.