Tenggarong, intuisi.co- Perputaran uang di Lorong Pasar Ramadan Tenggarong diperkirakan meningkat signifikan tahun ini. Pasar ini secara resmi membuka acara ini pada Sabtu (1/3) di gerbang Masjid Agung Sultan A.M oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah.
Camat Tenggarong, Sukono, menargetkan transaksi ekonomi selama kegiatan ini dapat mencapai Rp40 miliar, mengingat tingginya animo masyarakat dan jumlah pedagang yang terus bertambah.
“Alhamdulillah, kalau kita melihat di lapangan, hampir 90 persen jajanan yang dijajakan oleh pedagang habis terjual,” ungkap Sukono, Jumat (14/3/2025).
Selain menjadi pusat transaksi ekonomi, Lorong Pasar Ramadan juga berkembang sebagai destinasi wisata kuliner dan kegiatan sosial bagi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar turut mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan data tahun sebelumnya, perputaran uang di pasar ini berkisar antara Rp20-30 miliar. Tahun ini, angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp35-40 miliar seiring dengan semakin populernya pasar Ramadan ini.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Lorong Pasar Ramadan telah menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat Kukar.
Berlokasi di depan Masjid Agung Sultan Sulaiman, kawasan ini tak hanya menyediakan aneka jajanan berbuka puasa, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif seperti pengrajin manik-manik, kain tradisional, hingga pedagang pakaian.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Kecamatan Tenggarong, Forum Pedagang, dan Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Masjid Agung Sultan Sulaiman. Selama Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, masyarakat dapat menikmati berbagai hidangan khas daerah serta produk kreatif lokal.
Tahun ini, lebih dari 100 tenant pedagang turut meramaikan Lorong Pasar Ramadan, yang tersebar di tiga lokasi utama:
- Jalan Monumen Barat dan Jalan Dewantara → 63 pedagang UMKM
- Jalan Monumen Timur (Pisahan Pedagang S. Parman) → 20-an tenda UMKM
- Jalan Panjaitan (Perwakilan Pedagang dari Loa Ipuh) → Sekitar 20 pedagang UMKM
Sukono menegaskan bahwa pihak kecamatan bertugas mengatur lokasi agar semua pedagang dapat terakomodasi dengan baik. Bagi pedagang yang belum mendapatkan tempat, pihaknya siap membantu koordinasi.
“Soal tenda itu urusan masing-masing kelompok, apakah gratis atau berbayar, yang penting kami hanya menyiapkan lokasi yang tertata rapi. Silakan dikomunikasikan dengan pengurus kelompok masing-masing,” jelasnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan tingginya minat masyarakat, Lorong Pasar Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi musiman, tetapi juga semakin mengokohkan posisinya sebagai ikon wisata kuliner Ramadan di Tenggarong.
Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan ini selalu dipadati pengunjung yang berburu takjil dan hidangan khas Ramadan.
Beragam pilihan kuliner tersaji, mulai dari kue tradisional seperti apam dan onde-onde hingga makanan kekinian seperti kebab, burger, dan es kepal Milo.
Keberadaan pasar ini memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Beberapa pedagang bahkan mengaku omzet mereka meningkat hingga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Saya biasanya hanya jualan online, tapi di Pasar Ramadan ini lebih ramai. Alhamdulillah, omzet saya bisa naik dua kali lipat,” kata Siti, salah satu pedagang kue tradisional.
Dengan semakin berkembangnya Lorong Pasar Ramadan, diharapkan kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat ekosistem bisnis lokal di Tenggarong secara berkelanjutan. (adv/ara)



