HeadlineSorotan

Wali Kota Samarinda Masa ke Masa, Tersingkat 26 Hari, Terlama 13 Tahun

Sudah sembilan orang mengisi jabatan wali kota Samarinda selama 50 tahun terakhir. Kadrie Oening sebagai yang terlama menjabat 13 tahun.

Samarinda, intuisi.co – Setelah 10 tahun, Samarinda segera memiliki wali kota baru. Dari Syaharie Jaang, berganti ke salah satu dari tiga figur yang bertarung pada pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

Melihat mundur ke 50 tahun ke belakang, sudah sembilan orang menjabat wali kota Samarinda. Dari kalangan militer, sipil, hingga birokrat. Dari yang hanya 26 hari, hingga 13 tahun. Ini dia sosok-sosok yang memimpin Samarinda dari masa ke masa.

  1. Kapten Soedjono AJ (1960-1961)

Kapten Soedjono AJ
Kapten Soedjono AJ

Sebelum menjabat pamong di Samarinda, Kapten Soedjono adalah staf di Kodam IX/Mulawarman Balikpapan. Ia menjabat selama 20 bulan sebagai wali kota pertama Samarinda. Kapten Soedjono AJ diangkat dengan SK Mendagri tertanggal 1 Januari 1960. Disusul Gubernur Kaltim APT Pranoto yang atas nama mendagri menerima sumpah jabatan wali kota kepala daerah kota praja Samarinda pada 20 Januari 1960. Sehari kemudian, serah terima wilayah kota praja Samarinda antara kepala Daerah Istimewa Kutai kepada wali kota kepala daerah kota praja Samarinda dilakukan. Kapten Soedjono dilantik sebagai wali kota pada 17 Februari 1960 oleh gubernur atas nama mendagri.

  1. Letnan Kolonel Ngoedio (1961-1967)

Letnan Kolonel Ngoedio
Letnan Kolonel Ngoedio

Dari Dinas Kehakiman Daerah Militer (DAM) IX Mulawarman Letkol Ngoedio menjabat dua periode sebagai wali kota Samarinda. Ia juga menjabat ketua DPRD Kota Praja Samarinda yang terbentuk pada 22 September 1961 lantaran Samarinda masih berstatus kota praja dengan lembaga legislatif peralihan. Rangkap jabatan itu diembannya hingga 1965, dua tahun sebelum mengakhiri jabatannya sebagai wali kota Samarinda.

  1. Muhammad Kadrie Oening (1967-1980)

Muhammad Kadrie Oening

Pamong pertama dari kalangan sipil. Dilantik pada 8 November 1967. Dua kali menjabat hingga 1980. Kadrie Oening sebelumnya bertugas sebagai wedana atau pembantu kepala daerah. Sempat membawahi beberapa camat di Kota Madya Balikpapan. Ia juga pernah menjadi camat Sangkulirang pada masa Orde Lama.

Salah satu kebijakan Kadrie Oening yang menuai kontroversi adalah penghapusan moda transportasi becak pada 1 Januari 1975 dan menggantinya dengan angkot jenis colt L300 dari Mitsubishi sebagai angkutan umum.

Kadrie Oening juga sosok di balik berdirinya Stadion Segiri, pemindahan Taman Makam Pahlawan, beberapa jembatan di Sungai Karang Mumus, serta Balai Kota Samarinda di Jalan Kesuma Bangsa. Jasa besar Kadrie Oening juga menata Taman Hiburan Gelora di lokasi eks kebakaran 1958 yang sekarang Citra Niaga.

  1. Anang Hasyim (1980-1985)

Anang Hasyim

Dilantik Gubernur Kaltim Ery Soepardjan atas nama mendagri tertanggal 15 Februari 1980. Sipil kedua yang menjabat pamong. Menuntaskan kegiatan Kampung Improvement Program di 10 kelurahan padat penduduk seluas 210 hektare yang dicanangkan Kadrie Oening. Juga melaksanakan program air bersih dan listrik masuk desa.

  1. Letnan Kolonel Infanteri (Purnawirawan) Iswanto Rukin (1985)

Letnan Kolonel Infanteri (Purnawirawan) Iswanto Rukin

Dilantik pada 11 Februari 1985 dengan amanat menjabat hingga 7 Maret 1995. Namun setelah 26 hari, ia menanggalkan jabatan tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia.

  1. Abdul Waris Husain (1985-1995)

Abdul Waris Husain

Lahir di Muara Badak, Kutai Kartanegara, pada 10 Juni 1944. Memimpin Samarinda selama dua periode yakni 1985-1990 dan 1990-1995. Di bawah kepemimpinannya, nama Samarinda melambung setelah pembangunan pusat perdagangan rakyat Citra Niaga meraih penghargaan internasional Aga Khan Award. Sempat menjabat anggota DPRD Kaltim periode 2009-2014 dari Partai Patriot dan meninggal dunia 26 Juli 2018.

  1. Kolonel Lukman Said (1995-2000)

Kolonel Lukman Said

Menjabat Wali Kota Samarinda berdasarkan SK Mendagri No. 131.44.222 tertanggal 20 Oktober 1995. Pemerintah kemudian mengeluarkan SK tentang Wali Kota yang didampingi Wakil Wali Kota. Lukman Said pun mengusulkan Achmad Amins dan disetujui lewat SK mendagri No. 132.44034 tertanggal 17 Februari 1998.

  1. Achmad Amins (2000-2010)

Achmad Amins

Sebelumnya menjabat Asisten III sekretaris kota Samarinda. Pamong yang terpilih dari hasil pesta demokrasi pertama di Samarinda. Menjabat dua periode dari tahun 2000-2010. Amins pernah mendapat penghargaan Bintang Jasa Pratama dari presiden sesuai Keppres No.055/TK/2006 karena berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa saat peristiwa atau hal tertentu di luar bidang militer.

  1. Syaharie Jaang (2010-2020)

Syaharie Jaang

Dua periode menjadi wakil wali kota mendampingi Achmad Amins, Syaharie Jaang naik kelas menjadi wali kota setelah maju berpasangan dengan Nusyirwan Ismail dari kalangan birokrat. Ketika itu Nusyirwan merupakan kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah Kalimantan Timur. Keduanya berhasil memenangkan Pilkada Samarinda yang digelar pada 12 Oktober 2010 dan kembali berpasangan pada pemilihan periode berikutnya. (*)

Rujukan:
– Akhmad Zailani; Walikota Samarinda, dari masa ke masa, 2001
– Muhammad Sarip; Samarinda Bahari, Sejarah 7 Zaman Daerah Samarinda, 2015

 

View this post on Instagram

 

A post shared by intuisi.co (@intuisimedia)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.