YCAB Foundation dan Orica Dorong Akses Pendidikan STEM Inklusif di Kaltim

intuisi

7 Mar 2026 22:09 WITA

YCAB Foundation
YCAB Foundation berikan kemudahan STEM bagi pelajar Kaltim. (istimewa)

Samarinda, intuisi.co – YCAB Foundation bersama Orica, perusahaan global di bidang solusi pertambangan dan infrastruktur dengan pengalaman operasional lebih dari 150 tahun, menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masa depan melalui implementasi STEM Spark: Ignite Future Career Program di Kalimantan Timur.

Program ini lahir di tengah meningkatnya kebutuhan talenta digital di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, penguatan kompetensi di bidang STEM semakin mendesak seiring target Indonesia untuk mencetak 9 juta talenta digital pada 2030.

Namun hingga kini, jumlah talenta yang dihasilkan masih jauh dari kebutuhan. Indonesia saat ini baru mampu menghasilkan sekitar 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun, sementara kebutuhan mencapai 600.000 talenta setiap tahun.

Selain persoalan jumlah tenaga kerja, kesenjangan partisipasi perempuan dalam bidang STEM juga masih menjadi tantangan tersendiri. Tingkat partisipasi perempuan di bidang STEM masih relatif terbatas, terutama dalam pendidikan vokasi, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang lebih inklusif guna memperluas peluang dan kontribusi perempuan di sektor teknologi.

Di tengah kebutuhan lapangan kerja bagi generasi muda serta tingginya proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia, penguatan keterampilan STEM dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk menjawab kebutuhan pasar kerja di masa depan. Program STEM Spark dirancang untuk berjalan selama tiga tahun dengan fokus utama meningkatkan kesiapan siswa SMA dan SMK dalam menghadapi dunia kerja berbasis teknologi dan inovasi.

Program ini menargetkan keterlibatan 1.000 siswa SMA/SMK, 50 guru mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta Bimbingan Konseling (BK) dari 20 sekolah di Kalimantan Timur. Selain itu, STEM Spark juga secara aktif mendorong partisipasi perempuan dalam bidang STEM. Program ini menargetkan 60 persen peserta berasal dari kalangan perempuan sebagai bagian dari upaya mengurangi kesenjangan gender dalam sektor teknologi dan sains.

Dalam implementasinya, STEM Spark mengadopsi pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual. Program ini mencakup penguatan kapasitas guru, pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah nyata, serta pemanfaatan metode gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan siswa.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga didorong untuk mengembangkan pola pikir kritis, kreativitas, serta kepercayaan diri dalam mengeksplorasi jalur pendidikan dan karier di bidang STEM.

Program YCAB Dibagi ke Dalam Tiga Fase Utama

Pelaksanaan program ini dibagi ke dalam tiga fase utama, yakni peningkatan kapasitas guru, pendalaman materi STEM dan design thinking untuk siswa, serta kompetisi STEM. Pada fase awal, sebanyak 50 guru akan mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) guna memperkuat metode pengajaran STEM yang lebih interaktif dan aplikatif di sekolah.

Selanjutnya, para guru tersebut akan mendampingi siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran berbasis praktik seperti hands-on learning, gamifikasi, serta kegiatan Career Day yang mempertemukan siswa dengan perusahaan dan berbagai profesi di bidang STEM.

Program ini nantinya akan ditutup dengan kompetisi berbasis proyek antar sekolah serta STEM Festival yang menjadi wadah apresiasi karya siswa, berbagi pengetahuan, serta pengenalan peluang pendidikan lanjutan.

President Director Orica untuk Indonesia, James Tiedgen, menilai kolaborasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan masyarakat di wilayah operasionalnya. Dukungan terhadap pendidikan selalu menjadi bagian utama dari komitmen Orica bagi masyarakat di wilayah operasional.

“Rekam jejak Orica yang ditopang oleh inovasi, riset, dan teknologi membuat kami menyadari pentingnya keterampilan dasar STEM dalam membuka peluang yang lebih luas,” sebutnya.

Melalui kolaborasi ini, pihaknya bertujuan untuk membekali para pelajar di seluruh Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk berkembang. “Kami bangga dapat bermitra dengan YCAB Foundation untuk bersama-sama membuka jalan bagi lahirnya generasi penerus yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” sambung James.

Bukan Hanya Teori Tapi Bangun Koneksi

Founder dan CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, mengatakan kerja sama ini dirancang untuk memberikan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menghubungkan siswa dengan dunia industri.

“Kolaborasi ini memastikan bahwa kami tidak hanya membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang STEM, tetapi juga mengenalkan serta menjembatani mereka dengan dunia industri. Melalui STEM Spark, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang bagaimana pembelajaran di sekolah terhubung langsung dengan kebutuhan dan peluang di dunia kerja,” ujar Veronica Colondam.

Sebagai bagian dari rangkaian program, Pelatihan Guru Program STEM Spark telah dilaksanakan pada 11–12 Februari 2026 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memastikan para guru memiliki kesiapan dalam mengimplementasikan modul pembelajaran STEM secara efektif di sekolah masing-masing.

Melalui kolaborasi antara YCAB Foundation dan Orica, program STEM Spark diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan STEM yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. Selain itu, program ini juga diharapkan membuka lebih banyak jalur bagi generasi muda, terutama perempuan, untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi di masa depan.

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!