1.500 Ayam Petelur Sumber Pemasukan Baru Warga Loa Duri Ilir

intuisi

8 Okt 2025 21:45 WITA

ayam
Ilusrtrasi ayam petelur yang sudah sumber pemasukan. (istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Melalui program budidaya 1.500 ayam petelur omega, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses menghasilkan pendapatan kotor mencapai Rp15–19 juta setiap minggu. Kesuksesan ini sekaligus membawa desa ini masuk tiga besar lomba inovasi dana desa tingkat nasional. Di tangan warga dana desa disulap menjadi sumber ekonomi produktif.

Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, mengatakan bahwa program unggulan ini dirancang sebagai model ekonomi terpadu yang menggabungkan peternakan ayam petelur, pertanian jagung, dan pengembangan pakan mandiri berbasis hasil lokal.

“Alhamdulillah, inovasi telur omega ini berhasil mengharumkan nama desa kami sekaligus mewakili Kalimantan Timur,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Menurut Fahri, keunggulan utama dari program ini adalah sistem produksi berkelanjutan. Jagung yang ditanam oleh petani desa diolah menjadi pakan ayam, sementara batang dan limbahnya digunakan untuk membuat silase sebagai pakan kambing.

“Dengan begitu, selain produksi telur omega, ada juga pengembangan peternakan kambing yang berjalan bersamaan,” jelasnya.

Pendekatan ini menjadikan Loa Duri Ilir pionir dalam konsep ekonomi sirkular pedesaan — seluruh rantai produksi saling terhubung dan memberi manfaat bagi masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja baru, program ini juga meningkatkan asupan gizi keluarga melalui konsumsi telur omega yang kaya nutrisi.

Peran BUMDes Loa Duri Ilir menjadi kunci utama kesuksesan program. Lembaga ini menggerakkan kelompok masyarakat dalam pengelolaan usaha, menyediakan fasilitas kandang, bibit ayam, serta pendampingan teknis bagi warga agar mampu berproduksi secara mandiri dan profesional.

“Masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tambah Fahri.

Keberhasilan Loa Duri Ilir pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Sebagai bentuk dukungan, Pemkab menyalurkan tambahan 1.000 ekor ayam petelur guna memperluas kapasitas produksi dan memperkuat jaringan pemasaran telur omega.

Kini, produk telur omega Loa Duri Ilir telah menembus pasar luar daerah, termasuk beberapa supermarket di Samarinda, dan mendapat sambutan positif dari konsumen yang mencari produk pangan sehat.

“Kami terus memperluas pasar sambil menjaga kualitas. Ini bukan hanya usaha desa, tapi juga kebanggaan masyarakat,” kata Fahri.

Sementara itu, sektor peternakan kambing yang menjadi bagian dari sistem terpadu masih dalam tahap pengembangan. Meski belum menghasilkan, pemerintah desa optimistis kombinasi dua sektor ini akan menjadi fondasi ketahanan pangan berkelanjutan.

“Untuk kambing memang belum ada hasil karena masih tahap pemeliharaan. Tapi kami optimistis dua sektor ini bisa menopang ketahanan pangan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan inovasi berbasis kolaborasi dan pemberdayaan warga, Desa Loa Duri Ilir membuktikan bahwa pengelolaan dana desa bisa menghasilkan model ekonomi produktif yang menumbuhkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dari akar rumput. (rio/adv)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!