10 Proyek Drainase Kukar Bebaskan Tenggarong dari Banjir

intuisi

4 Agu 2025 08:50 WITA

Proyek drainase strategis di Kota Tenggarong. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Musim hujan tak lagi menjadi momok bagi warga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Pemerintah daerah meluncurkan 10 proyek drainase strategis sebagai langkah konkret membebaskan kota dari banjir dan genangan yang selama ini kerap terjadi.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Pemkab Kukar mengalokasikan anggaran dari APBD Murni 2025 untuk membiayai proyek-proyek ini. Selain memperbaiki infrastruktur dasar, pembangunan drainase juga diharapkan memperindah wajah kota dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPU Kukar, Awang Agus Syahbandi, sebagian besar proyek merupakan kelanjutan dari pekerjaan tahun 2024 yang belum rampung. Di samping itu, titik-titik baru yang rawan genangan juga ditambahkan berdasarkan pemetaan selama musim hujan sebelumnya.

“Kami tak ingin kerja setengah-setengah. Semua titik harus tuntas tahun ini. Bukan hanya untuk kenyamanan warga, tapi juga bagian dari wajah kota yang kita bangun bersama,” tegas Awang, Senin (4/8/2025).

Salah satu proyek terbesar berada di Kelurahan Loa Ipuh, dengan pagu anggaran mencapai Rp17,5 miliar. Fokus utamanya adalah optimalisasi saluran muara agar sistem pembuangan air dapat berfungsi maksimal. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik langganan genangan saat hujan deras melanda.

Strategi teknis dimulai dari titik hilir. Awang menjelaskan bahwa jika bagian akhir saluran tersumbat, maka seluruh sistem drainase akan terganggu. Oleh karena itu, pengerjaan dimulai dari ujung saluran untuk memastikan aliran air berjalan lancar.

Sebaran proyek drainase mencakup berbagai titik penting di kota, seperti Kanal Banjir Taman Kota Raja (Rp8,5 miliar), Jalan Mawar (Rp14,6 miliar), Jalan Maduningrat (Rp6,6 miliar), hingga lanjutan drainase Jalan Pesut (Rp1,2 miliar).

Kawasan Rapak Mahang, khususnya RT 13 di sekitar Kantor Lurah Timbau, juga menjadi prioritas penanganan dengan pengalihan saluran ke Jalan Udang.

“Ini bukan proyek kosmetik. Ini penanganan menyeluruh berbasis data dan pengalaman lapangan,” ujar Awang.

Meski beberapa titik seperti Jalan Putri Kencana berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV milik Pemprov Kaltim, DPU Kukar tetap mengambil inisiatif. Banjir di kawasan tersebut dipicu oleh limpahan air dari Jalan Pesut yang drainasenya belum memadai.

“Meski bukan kewenangan kami, kami tetap tangani hulu masalahnya. Kalau warga yang kena dampak, ya tanggung jawab kita,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar mengalirkan air hujan, proyek-proyek ini menjadi fondasi penting dalam membangun kota yang tangguh menghadapi perubahan iklim dan curah hujan ekstrem. Drainase yang baik, menurut Awang, adalah perlindungan nyata bagi rumah, toko, jalan, dan kehidupan warga.

Pelaksanaan proyek akan diawasi ketat agar sesuai waktu dan spesifikasi. Meski saat ini masih dalam tahap finalisasi pagu anggaran, DPU Kukar optimistis seluruh pekerjaan bisa berjalan sesuai rencana.

“Kami optimistis, karena ini bukan hanya soal pekerjaan fisik. Ini tentang tanggung jawab kepada masyarakat,” tutup Awang.

Berakhirnya proyek-proyek ini, Pemkab Kukar berharap wajah Tenggarong akan berubah—lebih indah, lebih nyaman, dan jauh lebih siap menghadapi musim hujan. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!