Tenggarong, intuisi.co– Harapan baru tumbuh di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang. Setelah bertahun-tahun bergantung pada hujan, desa dengan 157 hektare lahan sawah ini kini bersiap memulai era baru pertanian berkelanjutan lewat pembangunan embung yang dijadwalkan terealisasi pada tahun 2025.
Kepala Desa Suka Maju, Kuswara, menuturkan bahwa sekitar 50 hektare lahan belum tergarap maksimal karena kekurangan pasokan air. Selama ini, petani hanya mampu mengandalkan musim hujan untuk menanam padi, membuat sebagian sawah terpaksa dibiarkan kosong.
“Lahan kami luas, tapi sebagian masih terpaksa dibiarkan tidur. Petani sebenarnya mau menggarap, tapi tanpa air cukup, mereka tidak berani ambil risiko. Karena itu embung ini sangat kami perjuangkan,” ujarnya, Senin (16/6/2025).
Embung yang dirancang seluas 6 hektare dengan kapasitas 7 liter per detik ini diharapkan mampu mengairi seluruh area sawah secara bertahap. Infrastruktur baru ini tidak hanya menambah debit air bagi sawah aktif, tetapi juga membuka peluang hidup bagi lahan yang selama ini terbengkalai.
“Embung ini bukan hanya akan mengairi sawah aktif yang sudah ada, tapi akan menghidupkan kembali puluhan hektare yang selama ini menunggu pasokan air. Bayangkan kalau seluruh 157 hektare bisa panen secara reguler, desa ini bisa jadi pusat produksi beras untuk Kukar,” jelasnya.
Saat ini, sebagian besar petani hanya bisa panen sekali setahun. Dengan embung, Kuswara optimistis intensitas tanam bisa meningkat dua hingga tiga kali setahun. Peningkatan itu diharapkan berdampak langsung pada penghasilan petani serta ekonomi desa secara keseluruhan.
“Kalau 157 hektare bisa kita tanam dua kali saja, pendapatan petani naik dua kali lipat. Belum lagi peluang usaha pupuk, penggilingan padi, hingga distribusi hasil panen yang ikut bergerak,” tegas Kuswara.
Rencana pembangunan embung kini masuk dalam agenda prioritas Musrenbang dan telah mendapat dukungan dari Bappeda Kukar, sebagai langkah nyata menuju kemandirian pangan berbasis desa. (adv/ara)



