Tenggarong, intuisi.co – Upaya penerangan jalan di Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan perkembangan pesat dalam tiga tahun terakhir, namun kebutuhan riil di lapangan masih jauh lebih besar daripada yang telah terpasang.
Meski ribuan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) terpancang di berbagai kecamatan, data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar mengonfirmasi bahwa ribuan titik lain masih menunggu giliran, terutama di kawasan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Kabid Perumahan Disperkim Kukar, Heri Setiawan, mengungkapkan bahwa beberapa ruas jalan masih menghadapi kekurangan penerangan yang cukup signifikan. Salah satu ruas bahkan mencatat kebutuhan 2.902 titik yang belum dapat direalisasikan hingga saat ini.
“Di ruas lain, kebutuhan mencapai 1.177 titik, namun baru 79 yang terpasang sehingga masih tersisa 1.098 titik untuk ditangani pada tahap berikutnya,” ujarnya pada Rabu (12/11/2025).
Secara total, sejak 2023 sampai 2025 Pemerintah Kabupaten Kukar baru merealisasikan pemasangan 3.503 titik LPJU di 20 kecamatan. Rinciannya, 290 titik terpasang pada 2023, meningkat menjadi 990 titik pada 2024, dan melonjak hingga 2.223 titik sepanjang 2025.
Menurut Heri, sebagian besar LPJU yang dipasang memanfaatkan sistem tenaga surya. Penggunaan teknologi ini dianggap lebih efisien dan cocok untuk wilayah yang belum memiliki jaringan listrik stabil. Selain itu, pemasangan LPJU tenaga surya dinilai lebih cepat karena tidak memerlukan penarikan kabel listrik.
Namun ia tidak menampik bahwa ada tantangan di lapangan, terutama terkait penanganan kerusakan. Banyak penyedia berasal dari luar daerah, sehingga permintaan perbaikan tidak selalu bisa ditangani secepat yang diharapkan.
“Kendalanya itu pada kecepatan penanganan kalau ada kerusakan. Karena penyedianya banyak dari luar daerah,” jelasnya.
Agar pelayanan lebih optimal, Heri mendorong para penyedia untuk membuka workshop atau menyiapkan teknisi yang standby di Kukar. Dengan begitu, setiap laporan kerusakan dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu teknisi datang dari luar kota.
Meski demikian, ia menilai penggunaan LPJU tenaga surya tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain hemat energi, lampu jalan tersebut dapat bertahan hingga dua hari meski tanpa sinar matahari, asalkan baterainya terisi penuh.
“LPJU tenaga surya ini bisa bertahan 2–3 hari dan perawatannya lebih terjangkau,” pungkas Heri. (adv/rio)



