Tenggarong, intuisi.co– Langkah kecil bisa memberi dampak besar bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Di Kutai Kartanegara (Kukar), sebanyak 500 warga dari kelompok rentan menerima bantuan sosial melalui program Kukar Idaman Terbaik tahun 2025.
Kelompok penerima terdiri dari lansia, penyandang disabilitas, hingga warga terlantar yang tersebar di berbagai kecamatan. Bantuan yang diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan, disalurkan dua kali dalam setahun. Meski jumlahnya tidak besar, dana tersebut cukup untuk membeli kebutuhan pokok harian seperti beras, obat-obatan, atau perlengkapan sekolah anak.
Makna bantuan ini terasa nyata di kehidupan sehari-hari. Bagi lansia yang hidup sendiri, uang tersebut bisa berarti sekarung beras yang cukup untuk sebulan. Bagi seorang ibu disabilitas, bantuan itu bisa menutup biaya sekolah anaknya. Di tengah keterbatasan, program ini menjadi penyambung harapan.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Yuliandris, menyebut bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang paling membutuhkan. “Bantuan tersebut sudah kita salurkan kepada masyarakat tak mampu yang tersebar di sejumlah kecamatan se-Kukar,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Penyaluran dilakukan melalui Bankaltimtara, dengan proses verifikasi lapangan oleh petugas. Hal ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang layak.
“Kami berharap bantuan ini tidak membuat masyarakat bermalas-malasan. Justru bagi yang masih mampu secara fisik, bisa lebih semangat mencari pekerjaan,” tambahnya.
Respons masyarakat terhadap program ini cukup positif. Banyak warga menyambutnya dengan rasa syukur, bahkan ada yang menyebut bantuan tersebut sebagai “penyelamat” di tengah kesulitan ekonomi.
Beberapa penerima memanfaatkan dana untuk membeli kebutuhan pokok, sementara lainnya menggunakannya untuk biaya transportasi atau keperluan anak sekolah.
Program Kukar Idaman Terbaik menjadi bukti bahwa perhatian terhadap masyarakat kecil tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah defisit anggaran daerah. Bantuan sosial ini bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah warganya yang paling rapuh.
Dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar, Kukar menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap kelompok rentan bukan hanya janji, tetapi tindakan nyata. Harapannya, program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di tahun-tahun mendatang. (adv/ara)



