Tenggarong, intuisi.co– Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas terus digalakkan di Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kukar menargetkan 700 UMKM difasilitasi sertifikasi halal setiap tahunnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing produk lokal, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan legalitas usaha UMKM di daerah.
Plt Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menyebut bahwa jumlah UMKM di Kukar saat ini mencapai sekitar 66 ribu. Meski belum seluruhnya terjangkau, akses fasilitasi tetap dibuka secara bertahap. “Pelaku UMKM yang ingin difasilitasi bisa mengajukan ke kelurahan atau desa, lalu diteruskan ke kecamatan hingga kabupaten,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).
Keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri. Namun, Thaufiq menegaskan bahwa program ini akan terus dijalankan demi mendorong UMKM Kukar agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah. “Kami komitmen mendukung sektor UMKM agar bisa naik kelas,” tegasnya.
Di sisi lain, kebutuhan akan sertifikasi halal juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Ahmad, pedagang kuliner malam di kawasan Simpang Odah Etam (SOE), menyebut legalitas usaha sangat penting.
“Dengan sertifikasi halal, konsumen lebih percaya. Mereka tidak ragu lagi membeli produk kami,” ujarnya.
Ahmad yang menjual aneka gorengan seperti tahu bakso ayam dan lumpia mengaku belum mampu mengurus sertifikasi karena biaya yang cukup tinggi. Ia berharap fasilitasi dari pemerintah bisa segera menyentuh pelaku usaha kecil seperti dirinya.
“Kalau difasilitasi, tentu kami sangat terbantu. Produk kami bisa lebih bersaing,” tambahnya.
Meski belum tersentuh program tersebut, Ahmad bersyukur mendapat ruang berjualan di SOE. Menurutnya, kawasan kuliner ini telah menjadi titik balik perkembangan usahanya. “SOE memberi kami panggung untuk tumbuh,” katanya.
Sinergi antara program Diskop UKM dan aspirasi pelaku UMKM diharapkan mampu menjadikan kawasan kuliner seperti SOE bukan hanya sebagai pusat ekonomi lokal, tetapi juga sebagai wadah lahirnya UMKM Kukar yang tangguh dan berdaya saing nasional. (adv/ara)



