Pemkot Samarinda 8 Kali Sabet WTP, Andi Harun: Harus Tetap Waspada

Almerio Pratama

25 Mei 2022 23:24 WITA

Pemkot Samarinda
Wali Kota Andi saat menerima penghargaan opini WTP dari BPK Kaltim pada Rabu, 25 Mei 2022 (Almerio Pratama/intuisi.co)

Banner Pemkot Samarinda

Samarinda, intuisi.coPemkot Samarinda memperoleh opini WTP dari BPK Kaltim dalam urusan pengelolaan keuangan. Predikat istimewa tersebut didapatkan delapan tahun berturut-turut sejak 2014 lalu.

Wali Kota Andi Harun menerima lembar penghargaan tersebut di gedung BPK Perwakilan Kaltim di Jalan M Yamin, Samarinda pada Rabu, 25 Mei 2022. Penilaian itu didapat dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2021. “Kami apresiasi setinggi- tingginya untuk BPK RI. Menjalankan fungsi pemeriksaan keuangan di pemkot secara tertib dan akuntabel,” ujarnya kepada sejumlah media usai kegiatan.

Mantan legislator DPRD Kaltim ini menuturkan, saat ini yang perlu diperhatikan ialah mempertahankan prestasi. Dan ihwal tersebut lebih sukar daripada mendapatkannya. Semoga laporan keuangan Pemkot Samarinda bisa terus lebih baik. “Kami bakal terus berusaha menindaklanjuti catatan keuangan dari BPK sekecil apapun itu,” terangnya.

Baca juga:  Silaturahmi Warga Lempake, Andi Harun Bawa 6.000 Liter Minyak Goreng

Dia menuturkan, opini WTP ini sebenarnya bukanlah tujuan akhir. Namun lebih kepada komitmen untuk mewujudkan pemerintahan berintegritas, profesional dan bebas dari praktik korupsi. “Jadi kami sebagai kepala daerah juga harus hati-hati,” tegasnya.

Pemkot Samarinda Wujudkan Pemerintahan Bebas Korupsi

Bukan tanpa alasan Andi Harun menegaskan hal tersebut. Pasalnya ada saja kepala daerah yang diciduk aparat penegak hukum karena dugaan korupsi. Padahal daerahnya dapatkan predikat opini WTP. “Karena itulah kepala daerah harus punya komitmen menjadi garda terdepan, mewujudkan pemerintahan bersih bebas korupsi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPK Kaltim, Dadek Nandemar menyampaikan terima kasih kepada kepala daerah atas kerjasama yang baik. Utamanya saat pemeriksaan pengelolaan keuangan daerah. “Ini sudah menjadi tugas BPK, kami harap ke depannya kerjasama ini terus berlanjut,” serunya.

Dia juga menambahkan, pemeriksaan pengelolaan duit daerah itu tujuannya tak lain untuk mencari tahu, apakah manajemen keuangan tiap daerah ini sehat atau tidak. “Kami berharap pimpinan DPRD dan kepala daerah bisa bekerja sama untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” pungkasnya. (*)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!