Agusriansyah Soroti Daerah Kutim yang Belum Teraliri Listrik

intuisi

30 Mei 2025 11:46 WITA

Agusriansyah
Anggota DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan. (Kontributor intuisi.co)

Samarinda, intuisi.co – Wilayah pesisir Sangkulirang Seberang di Kabupaten Kutai Timur kembali menjadi sorotan lantaran minimnya akses terhadap infrastruktur dasar. Hingga pertengahan 2025, masyarakat di sejumlah desa seperti Mandu Dalam, Mandu Pantai Lestari, Saka, dan Kesandaran masih hidup tanpa listrik, jalan yang layak, maupun air bersih.

Kondisi ini memantik perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan. Dia menyayangkan lambannya realisasi pembangunan yang telah lama dijanjikan oleh pemerintah daerah maupun pusat.

“Wilayah ini pernah disebut sebagai prioritas pembangunan saat masa kampanye gubernur dan sejumlah anggota DPR RI. Namun, hingga kini belum ada bukti nyata di lapangan. Warga mulai kehilangan harapan,” ujarnya saat diwawancarai media, Jumat (30/5/2025).

Menurutnya, keterisolasian wilayah tersebut bukan karena faktor geografis ekstrem. Sangkulirang Seberang adalah daerah pesisir yang semestinya mudah dijangkau. Namun, ironi terjadi bukan hanya tak ada internet, listrik pun belum menyentuh wilayah ini,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA) diketahui telah melakukan langkah awal dengan menggelar survei bersama PLN dan Perusahaan Milik Kutim (PMK).

Meski demikian, Agusriansyah menekankan bahwa progres nyata kini berada di tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian ESDM.

“Survei memang sudah dilakukan, namun itu baru awal. Yang paling penting adalah bagaimana Pemprov mengawal proses ini hingga anggaran elektrifikasi bisa masuk program nasional,” tegasnya. Ia juga menyoroti rusaknya infrastruktur jalan di kawasan tersebut, yang semakin menegaskan ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Menurutnya, hal ini bukan hanya mencerminkan minimnya pembangunan fisik, tetapi juga ketidakadilan dalam distribusi pelayanan publik.

“Lebih dari tujuh dekade Indonesia merdeka, tapi masih ada warga yang belum menikmati hak dasar seperti listrik dan air bersih. Ini mencerminkan persoalan keadilan sosial yang harus diselesaikan,” kata legislator itu.

Agusriansyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Sangkulirang Seberang agar tidak kembali menjadi korban janji politik lima tahunan. Dia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret.

“Kami tidak akan tinggal diam. Aspirasi warga harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika politik,” pungkasnya. (adv/rfh/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!