Aulia Rahman Tegaskan Inovasi Harus Jadi Budaya Kerja Pemkab Kukar

intuisi

22 Okt 2025 15:43 WITA

Bupati Aulia
Bupati Aulia Rahman Basri (istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Gagasan tersebut disampaikan Aulia Rahman saat menghadiri kegiatan bertema “Inovasi dan Kreativitas untuk Akselerasi Pencapaian Kukar Idaman Terbaik”.

Acara yang digagas Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kukar itu turut melibatkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekkab Kukar Ahyani Fadianur Diani, para kepala OPD, perwakilan masyarakat, hingga inovator muda dari berbagai bidang.

Di hadapan peserta, Bupati Aulia mengapresiasi langkah Brida Kukar yang secara konsisten mendorong hadirnya gagasan baru untuk memperkuat pelayanan publik. Ia menilai, tantangan global dan percepatan transformasi digital mengharuskan pemerintah daerah terus mencari cara untuk bekerja lebih fleksibel, cepat, dan adaptif.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. Saya berharap inovasi-inovasi yang dilaksanakan benar-benar dijalankan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kukar,” ujar Aulia di ruang Serbaguna Bappeda Kukar, Rabu (22/10/2025).

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab membangun budaya inovasi tidak dapat ditumpukan pada satu instansi. Menurutnya, ekosistem inovatif hanya dapat terbentuk apabila pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat terlibat aktif dalam prosesnya.

“Menjaga budaya inovasi harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus ikut berpartisipasi agar inovasi menjadi kebiasaan dan budaya kerja,” tegasnya.

Pemkab Kukar juga menyiapkan langkah lanjutan berupa kebijakan sistem penghargaan (reward system) untuk para inovator daerah. Kebijakan itu dirancang agar pegawai maupun OPD terdorong lebih aktif menciptakan produk kerja kreatif yang memberikan dampak nyata.

“Menurut hemat saya, ini akan kita bingkai dalam kebijakan agar kawan-kawan inovator mendapat penghargaan yang semestinya. Dengan begitu, semua akan termotivasi untuk berinovasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Aulia turut membeberkan capaian Indeks Inovasi Daerah Kukar yang sudah mencapai angka 62 persen, melewati target perencanaan jangka menengah yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Ia menyebut angka tersebut sebagai bukti konkret bahwa kinerja birokrasi menunjukkan kemajuan signifikan.

“Capaian ini membuktikan bahwa pemerintah telah bekerja dan berkinerja. Namun, tugas kita selanjutnya adalah memastikan hasil kerja tersebut diketahui publik,” katanya.

Aulia kemudian menyoroti pentingnya government marketing, yaitu kemampuan setiap perangkat daerah mengomunikasikan capaian, program, dan layanan publik secara efektif dan akurat kepada masyarakat.

“Yang harus disampaikan ke publik adalah kerja dan kinerja kita, bukan orangnya. Sampaikan apa yang sudah kita lakukan dan capai, itulah yang harus diketahui masyarakat,” tegasnya.

Kepala Brida Kukar, Maman Setiawan, menjelaskan bahwa Pekan Inovasi dan Kreativitas dirancang untuk memberi ruang apresiasi sekaligus memetakan inovasi daerah yang nantinya akan didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual serta dipersiapkan untuk kompetisi tingkat nasional.

“Tujuan kegiatan ini adalah menginventarisasi inovasi dan kreativitas yang nantinya akan didaftarkan ke Kemenkumham sebagai hak kekayaan intelektual, serta menyiapkan inovasi Kukar untuk kompetisi tingkat nasional,” ujar Maman.

Ia menambahkan bahwa setiap inovator juga akan memperoleh poin angka kredit sebagai dukungan terhadap keberlanjutan inovasi di daerah.

Menutup kegiatan, Bupati Aulia kembali mengingatkan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada penghargaan semata. “Saya ingin inovasi dan kreativitas ini tumbuh menjadi budaya kerja di pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan inovasi, kita bisa mempercepat terwujudnya Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!