Bulan Bhakti Gotong Royong Jadi Program Prioritas di Kukar

intuisi

20 Okt 2025 16:39 WITA

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto. (Kontributor intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co- Program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2025, semangat kolektif warga kembali digugah. Dukungan fiskal yang meningkat signifikan menjadi pendorong utama agar kegiatan gotong royong tak hanya bertahan, tetapi berkembang secara kualitas dan kuantitas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa sejak awal, Pemkab Kukar telah menetapkan 15 persen dari dana RT untuk kegiatan gotong royong. Pemkab pun meningkatkan bantuan dana RT dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta.

Lonjakan anggaran ini diharapkan mampu memperkuat tradisi gotong royong yang menjadi akar budaya masyarakat Kukar. Kini, dengan nilai bantuan yang naik tiga kali lipat, ia berharap porsi tersebut bisa ditingkatkan. “Harapannya gotong royong tidak hanya hidup, tapi juga berdampak langsung pada lingkungan sekitar,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Sejauh ini, sekitar Rp11 miliar telah digunakan untuk berbagai aksi gotong royong di desa dan kelurahan. Mulai dari perbaikan fasilitas umum, pengecatan tempat ibadah, hingga pembangunan saluran air dan infrastruktur dasar. Arianto menyebut bahwa banyak kegiatan lahir dari inisiatif warga sendiri.

“Bahkan tanpa anggaran tambahan, warga berkontribusi lewat tenaga, konsumsi, hingga alat kerja. Itu yang luar biasa,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, BBGRM juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sosial. Arianto menekankan bahwa gotong royong adalah warisan budaya yang tak ternilai.

“Kalau hanya anggaran, itu bisa habis. Tapi kalau semangatnya hidup, dia akan bertahan lintas generasi,” tegasnya.

Ke depan, DPMD Kukar akan terus mendorong setiap RT agar memanfaatkan anggaran secara tepat dan partisipatif. Jika terbukti membawa dampak positif, alokasi untuk kegiatan gotong royong bisa saja diperluas ke sektor lain, termasuk pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi warga.

Adanya dukungan anggaran yang lebih besar dan semangat kolektif yang terus dijaga, Pemkab Kukar berharap gotong royong tak hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang menggerakkan pembangunan dari tingkat paling dasar. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!