Bupati Aulia Dorong Sistem Penghargaan Inovator di Kukar

intuisi

23 Sep 2025 19:42 WITA

Bupati Kukar Aulia
Bupati Kukar Aulia Rahman. (istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman meneguhkan komitmen membangun budaya inovasi di setiap lini birokrasi. Dia menegaskan bahwa inovasi dan kreativitas harus menjadi bagian dari sistem kerja pemerintah, bukan sekadar proyek sementara.

Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas untuk Akselerasi Pencapaian Kukar Idaman Terbaik” turut dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, para kepala OPD, perwakilan masyarakat, serta para inovator muda.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan apresiasi kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kukar yang telah memprakarsai kegiatan tersebut. Ia menilai, inovasi merupakan kunci utama memperkuat kinerja pemerintahan di tengah tantangan global dan transformasi digital yang terus berkembang.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. Saya berharap inovasi-inovasi yang dilaksanakan benar-benar dijalankan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kukar,” ujar Aulia di ruang Serbaguna Bappeda Kukar, Selasa (23/9/2025).

Bupati menegaskan, membangun budaya inovasi adalah tanggung jawab kolektif, tidak hanya tugas satu lembaga. Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat harus berperan aktif menciptakan ekosistem inovatif yang berkelanjutan.

“Menjaga budaya inovasi harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus ikut berpartisipasi agar inovasi menjadi kebiasaan dan budaya kerja,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Kukar berencana menyiapkan kebijakan sistem penghargaan (reward system) bagi para inovator di lingkungan pemerintahan daerah. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan kompetisi positif antarpegawai maupun antar-OPD.

“Menurut hemat saya, ini akan kita bingkai dalam kebijakan agar kawan-kawan inovator mendapat penghargaan yang semestinya. Dengan begitu, semua akan termotivasi untuk berinovasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aulia juga mengungkapkan capaian Indeks Inovasi Daerah Kukar yang telah menembus 62 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD 2025–2029.
“Capaian ini membuktikan bahwa pemerintah telah bekerja dan berkinerja. Namun, tugas kita selanjutnya adalah memastikan hasil kerja tersebut diketahui publik,” katanya.

Ia kemudian menekankan pentingnya strategi government marketing, yakni kemampuan setiap OPD dalam mengomunikasikan hasil kerja, produk, dan layanan publik secara efektif kepada masyarakat.
“Yang harus disampaikan ke publik adalah kerja dan kinerja kita, bukan orangnya. Sampaikan apa yang sudah kita lakukan dan capai, itulah yang harus diketahui masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Brida Kukar, Maman Setiawan, menjelaskan bahwa Pekan Inovasi dan Kreativitas digelar untuk memberi apresiasi dan motivasi kepada OPD, kelompok masyarakat, serta individu yang berkontribusi melalui gagasan kreatif di bidang pelayanan publik.

“Tujuan kegiatan ini adalah menginventarisasi inovasi dan kreativitas yang nantinya akan didaftarkan ke Kemenkumham sebagai hak kekayaan intelektual, serta menyiapkan inovasi Kukar untuk kompetisi tingkat nasional,” ujar Maman.

Ia menambahkan, ajang ini juga memberikan poin angka kredit bagi para inovator sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan inovasi daerah.
Menutup kegiatan, Bupati Aulia menegaskan kembali bahwa inovasi tidak boleh berhenti di panggung penghargaan.

“Saya ingin inovasi dan kreativitas ini tumbuh menjadi budaya kerja di pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan inovasi, kita bisa mempercepat terwujudnya Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (rio/adv)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!