Bupati Aulia Targetkan Layanan Puskesmas 24 Jam Rampung Segera

intuisi

16 Okt 2025 15:09 WITA

Bupati Kukar Aulia Rahman. (istimewa)
Bupati Kukar Aulia Rahman. (istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Langkah percepatan layanan kesehatan kembali digenjot Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Seluruh Puskesmas ditargetkan beroperasi penuh selama 24 jam sebagai strategi memperkuat program berobat gratis hanya menggunakan KTP yang menjadi prioritas pemerintahan Bupati Aulia Rahman Basri.

Dari total 32 Puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan, sebagian besar sebenarnya telah lebih dulu melayani masyarakat tanpa jeda waktu. Sebanyak 17 unit sudah berjalan nonstop, sementara sisanya dipersiapkan untuk menyusul dalam waktu dekat. Aulia menegaskan bahwa percepatan menjadi fokus utama.

“Kalau bisa, ya tidak sampai satu bulan lagi semua sudah berjalan,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Kebijakan ini lahir dari evaluasi lapangan yang menunjukkan masih adanya keluhan masyarakat soal keterbatasan jam operasional Puskesmas. Kondisi tersebut makin terasa ketika rumah sakit tidak dapat menangani 144 jenis keluhan kesehatan karena tidak masuk kategori gawat darurat, sehingga warga terpaksa menunggu keesokan hari atau menempuh perjalanan jauh.

Melalui layanan 24 jam, Puskesmas didorong menjadi pintu pertama penanganan kesehatan tanpa mengandalkan rumah sakit. Aulia menilai model ini akan membuat alur pelayanan lebih efisien dan mempercepat penanganan keluhan medis dasar. “Langkah ini untuk optimalkan program Kukar Idaman Terbaik. Warga harus bisa berobat kapan pun tanpa hambatan,” tegasnya.

Persoalan tenaga kesehatan, kesiapan ruang tindakan, serta dukungan infrastruktur kini sedang dibereskan oleh Dinas Kesehatan Kukar. Aulia menyebut pembenahan teknis sudah memasuki tahap akhir. “Kami sudah bahas ini secara intens dengan Dinas Kesehatan. SDM dan sarana pendukung sedang difinalisasi,” katanya.

Keberadaan Puskesmas 24 jam juga berfungsi sebagai penyangga rumah sakit, terutama pada malam hari ketika keluhan warga meningkat tetapi tidak masuk kategori darurat berat. Dengan begitu, beban rumah sakit dapat ditekan sementara masyarakat tetap mendapatkan pelayanan cepat.

Pemkab Kukar turut menggandeng BPJS Kesehatan untuk memastikan integrasi data NIK berjalan mulus. Sistem ini memungkinkan warga memperoleh layanan cukup menunjukkan KTP tanpa syarat tambahan.

Aulia memastikan penyempurnaan sistem pembiayaan akan membuat skema berobat gratis semakin mudah diakses. “Setelah ini selesai, program berobat pakai KTP akan benar-benar sempurna tanpa hambatan,” pungkasnya. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!