Tenggarong, intuisi.co– Kunjungan kerja Bupati Aulia dimulai dari peninjauan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Anggana. Kehadirannya bersama sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut diarahkan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas utama nelayan dan memastikan aktivitas pendaratan hasil tangkapan dapat berjalan lebih efektif.
TPI menjadi simpul penting rantai pasok perikanan, sehingga keberfungsiannya sangat menentukan pendapatan nelayan setempat.
Saat berdialog langsung di lokasi, Aulia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat pesisir. Ia ingin memastikan penyampaian aspirasi dilakukan secara terbuka sehingga perbaikan fasilitas dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Kunjungan ini merupakan upaya dan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk langsung mendengarkan masukan dan saran dari masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan terhadap fasilitas umum yang dapat menunjang perekonomian masyarakat,” kata Bupati Aulia, Selasa (21/10/2025).
Ia menyoroti bahwa Anggana memiliki potensi besar di bidang perikanan, terutama sebagai wilayah yang bergantung pada aktivitas laut dan sungai.
Pemerintah daerah, lanjutnya, menyiapkan sejumlah program strategis yang mencakup pemenuhan infrastruktur TPI, pemberian bantuan alat tangkap, hingga penguatan kelembagaan nelayan agar aktivitas ekonomi lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami berharap TPI ini dapat dikelola dengan baik, dan bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan serta dioptimalkan untuk menunjang perekonomian nelayan,” tegasnya.
Percakapan antara Bupati dan para nelayan berlangsung cukup intens. Berbagai persoalan disampaikan, seperti keterbatasan armada, minimnya sarana pendukung produksi, serta kebutuhan akses permodalan.
Menanggapi aduan tersebut, Aulia menyatakan siap mengkoordinasikan langkah konkret dengan perangkat daerah terkait sehingga setiap kendala mendapat tindak lanjut sesuai urgensinya.
Usai sesi dialog, Aulia melanjutkan agenda ke Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Anggana untuk bertemu para ketua RT dan jajaran Persatuan Kepala Dusun. Pertemuan ini dimaksudkan mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan berbasis RT sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik.
“RT memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembangunan. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan semua program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan di Anggana kemudian ditutup melalui Tablig Akbar di Masjid Ar-Riyadhah Desa Sungai Meriam. Pada kesempatan itu, Bupati Aulia mengajak warga memperkokoh nilai kebersamaan serta menjaga semangat gotong royong sebagai modal sosial pembangunan dari desa hingga wilayah pesisir.
Kegiatan ini menghadirkan komitmen Pemkab Kukar dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal melalui langkah-langkah responsif dan dialog langsung antara pemerintah serta masyarakat. (adv/ara)



