Bupati Kukar Dorong Plat KT dan DO BBM untuk Naikkan PAD

intuisi

11 Jul 2025 11:43 WITA

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri ketika ditemui awak media. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengupayakan penguatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui strategi fiskal yang lebih cermat dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang ditegaskan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, adalah mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah Kukar untuk menggunakan kendaraan dinas dan operasional berpelat KT, kode wilayah Kukar.

Menurut Aulia, penggunaan pelat KT akan memberikan dampak signifikan terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) dari pajak kendaraan bermotor. Ia menyebut bahwa potensi fiskal dari sektor ini cukup besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan.

“Kita berharap seluruh perusahaan yang ada di Kukar menggunakan kendaraan berplat Kukar. Karena dari situ dana bagi hasilnya lumayan besar,” tegas Aulia, Jumat (11/7/2025).

Selain kendaraan, Aulia juga menyoroti pentingnya pencatatan transaksi bahan bakar agar tercatat sebagai konsumsi wilayah Kukar. Ia mendorong agar setiap Delivery Order (DO) bahan bakar yang digunakan perusahaan dapat tercatat sebagai bagian dari aktivitas ekonomi Kukar.

“Kita juga berharap semua penggunaan bahan bakar itu Delivery Order-nya tercatat untuk Kukar. Itu juga tinggi kontribusinya,” tambahnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kukar untuk memperkuat kemandirian fiskal tanpa bergantung sepenuhnya pada sektor ekstraktif seperti tambang dan migas. Pemerintah daerah kini tengah mengembangkan sektor pariwisata, pertanian, UMKM, dan koperasi sebagai sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.

Salah satu program unggulan yang diluncurkan adalah Koperasi Merah Putih, yang bertujuan memperkuat fiskal desa sekaligus meringankan beban APBD dari alokasi Dana Desa (ADD) yang saat ini mencapai 10 persen.

“Kalau fiskal desa kuat, maka desa akan mandiri. Pemerintah kabupaten pun bisa lebih fokus pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),” jelas Aulia.

Ia juga memaparkan dua rumus utama dalam meningkatkan PAD Kukar: mendatangkan orang luar untuk berbelanja di Kukar, serta menembus pasar luar dengan produk lokal. Strategi ini diyakini mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih sehat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kalau orang luar datang dan belanja di Kukar, akan ada perputaran uang yang menguatkan PDRB kita,” pungkasnya. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!