Tenggarong, intuisi.co – Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), siap menggelar Lomba Balap Ketinting se-Kalimantan Timur (Kaltim) di kawasan wisata Tanjung Serai, pada 29–31 November 2025 mendatang. Deru mesin ketinting akan kembali membelah tenangnya Sungai Mahakam.
Ajang balap perahu tradisional bermesin ini dipastikan bakal menjadi tontonan seru sekaligus magnet wisata baru di pesisir Mahakam. Kepala Desa Kedang Murung, Junaidy, mengatakan lomba tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Kaltim, bahkan ada yang berasal dari luar provinsi.
“Informasinya ada juga peserta dari luar, tapi belum tahu pasti. Yang jelas, kami terbuka untuk umum,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Junaidy menjelaskan, jadwal pelaksanaan lomba semula direncanakan pada 29–31 Oktober, namun diundur karena berbenturan dengan Festival Erau Kutai Barat yang juga menggelar lomba serupa.
Untuk memberi kesempatan kepada pembalap mengikuti dua ajang sekaligus, panitia bersama Persatuan Ketinting Kukar sepakat menunda kegiatan selama sepekan.
“Itu kan waktunya bertabrakan dengan Erau di Kutai Barat. Karena di sana ada juga lomba ces (ketinting), jadi kami sepakat menundanya ke November,” jelasnya.
Lebih dari sekadar adu kecepatan di air, lomba ketinting ini juga menjadi strategi promosi wisata Tanjung Serai.
Melalui kegiatan ini, desa berupaya menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggeliatkan ekonomi masyarakat melalui partisipasi pelaku UMKM dan pedagang lokal.
“Tujuan kami jelas, memperkenalkan wisata Tanjung Serai supaya ramai dikunjungi dan bisa menambah pendapatan desa,” kata Junaidy.
Menurutnya, balap ketinting kini telah menjadi ikon tahunan Desa Kedang Murung yang selalu dinanti warga. Biasanya digelar bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) desa, namun tahun ini dipindah ke akhir tahun untuk menyesuaikan jadwal anggaran sekaligus memanfaatkan momentum liburan.
“Kegiatan ini sudah jadi tradisi. Biasanya diadakan di HUT desa, tapi karena kemarin anggarannya belum cair, akhirnya digeser ke akhir tahun,” ujarnya.
Persiapan lomba dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Mulai dari karang taruna, komunitas pemuda, hingga pelaku usaha lokal ikut dalam kepanitiaan dan pengelolaan acara.
“Semua terlibat, dari anak muda sampai orang tua. Ini bukan cuma lomba, tapi kebanggaan bersama,” tambah Junaidy.
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung tak hanya disuguhi aksi seru perahu ketinting di lintasan Sungai Mahakam, tetapi juga hiburan rakyat, lomba kuliner tradisional, serta pameran UMKM di sekitar area wisata.
Warga dan wisatawan dapat menikmati suasana khas pesisir Mahakam sambil mencicipi ragam kuliner lokal dan produk kerajinan masyarakat setempat.
Junaidy berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar terus mengalir agar Wisata Tanjung Serai berkembang menjadi destinasi unggulan berbasis budaya sungai.
“Kami ingin lomba ketinting ini jadi agenda besar tahunan. Bukan sekadar tradisi, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (rio/adv)



