Tenggarong, intuisi.co– Imbauan kepada orang tua kembali disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pelaksanaan program vaksinasi dengue yang saat ini digelar di sejumlah sekolah dasar.
Program ini menjadi langkah penting dalam mencegah penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di kalangan anak-anak.
Vaksinasi diberikan secara gratis kepada ribuan siswa, sebagai bentuk perlindungan dini terhadap virus dengue yang masih menjadi ancaman tahunan di Kukar. Plt Kepala Dinkes Kukar, Kusnandar, menekankan bahwa keterlibatan orang tua sangat menentukan keberhasilan program ini.
“Kalau dilakukan secara pribadi, vaksin ini berbayar dan tidak murah. Tapi saat ini kami berikan gratis. Sayang kalau dilewatkan,” tegas Kusnandar, Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, vaksin dengue bukanlah vaksin reguler yang tersedia di layanan umum. Oleh karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat, terutama para orang tua.
Ancaman DBD di Kukar masih nyata. Setiap tahun, kasus baru terus muncul, bahkan menelan korban jiwa. Kusnandar menyebut bahwa vaksinasi adalah langkah konkret untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, terutama di tengah kondisi lingkungan yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.
“Kebersihan lingkungan penting, tapi tidak cukup. Kita juga harus memperkuat tubuh anak lewat vaksin,” ujarnya.
Sebanyak 1.556 anak menjadi sasaran vaksinasi, dengan total 3.116 dosis yang akan diberikan dalam dua tahap. Pelaksanaan dimulai di lima sekolah dasar di Tenggarong, termasuk SDN 028, SDN 001, dan SDN 003.
Kekhawatiran terhadap hoaks dan ketakutan yang tidak berdasar juga menjadi perhatian Dinkes. Kusnandar memastikan bahwa vaksin dengue telah melalui uji keamanan dan efektivitas dari otoritas kesehatan.
“Ini demi masa depan anak-anak kita. Jangan ragu. Justru yang bahaya itu kalau tidak divaksin,” tegasnya.
Partisipasi orang tua bukan hanya soal izin, tetapi juga soal membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya imunisasi sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan anak.
“Jangan sampai menyesal nanti. Sekarang waktunya melindungi anak-anak, selagi vaksin tersedia dan gratis,” pungkasnya. (adv/ara)



