Dinsos Kukar Pulangkan 40 Warga Terlantar Sepanjang 2025

intuisi

25 Agu 2025 10:02 WITA

Ilustrasi warga terlantar yang telah dipulangkan. (Istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Perhatian terhadap warga terlantar di Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjadi komitmen pemerintah daerah. Sepanjang tahun 2025, Dinas Sosial (Dinsos) Kukar telah memulangkan sekitar 40 orang ke daerah asal mereka, sebagai bagian dari program rehabilitasi sosial.

Langkah ini menyasar individu yang hidup sebatang kara, tidak memiliki keluarga di Kukar, atau mengalami gangguan jiwa. Program pemulangan tersebut dijalankan dengan alokasi anggaran sekitar Rp200 juta setiap tahunnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko, menjelaskan bahwa proses pemulangan dilakukan secara selektif dan berdasarkan identifikasi yang akurat.

“Pemerintah melihat kondisi masyarakat itu sendiri. Jika tidak memiliki keluarga dan mengalami gangguan jiwa, kami upayakan pemulangan, asalkan asal-usulnya bisa kami lacak,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Warga yang dipulangkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Timur, Sulawesi, dan Sumatera. Identitas mereka ditelusuri melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), yang membantu memastikan keabsahan data kependudukan.

Beberapa kasus yang ditangani Dinsos Kukar tergolong ekstrem. Ada warga dengan gangguan jiwa yang nekat membongkar makam dengan tangan kosong, dan ada pula pekerja perkebunan yang berjalan kaki puluhan kilometer menuju kantor kecamatan di Loa Janan untuk mencari bantuan.

Sunarko menyebut bahwa proses pemulangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan mental warga.

“Kadang mereka didampingi, kadang bisa pulang sendiri. Semua tergantung dari kesehatan dan stabilitas kejiwaannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemulangan warga terlantar bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bagian dari kewajiban negara untuk melindungi hak dasar setiap individu. “Kami ingin memastikan mereka kembali ke lingkungan yang bisa merawat dan mendukung mereka,” pungkasnya.

Program ini diharapkan terus berlanjut dan diperkuat, agar tidak ada warga yang terabaikan, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan dan tanpa dukungan keluarga. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!