Disbun Kukar Kawal Perkebunan Sawit Ramah Lingkungan

intuisi

8 Agu 2025 16:22 WITA

sawit
Komoditas kelapa sawit di Kukar. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Sektor kelapa sawit terus menjadi penopang utama ekonomi ribuan keluarga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Pemerintah daerah kini mendorong pengelolaan yang lebih berkelanjutan agar sektor ini tetap menguntungkan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Pengembangan sawit di Kukar berlangsung melalui dua jalur utama: perkebunan rakyat dan Perusahaan Besar Swasta (PBS). Keduanya dinilai saling melengkapi dalam membangun ekosistem agribisnis yang kuat dan inklusif.

“Peran petani dan perusahaan sama-sama penting. Kita membangun ekosistem sawit yang seimbang berbasis masyarakat namun tetap terbuka pada investasi,” ujar Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik Rahmani, Jumat (8/8/2025).

Di lapangan, antusiasme petani terhadap budidaya sawit terus meningkat. Banyak dari mereka memulai secara swadaya, mengelola lahan pribadi tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

“Petani kita mulai mandiri. Ini hal positif yang perlu terus didukung,” tambah Taufik.

Daya tarik komoditas ini terletak pada kemudahan perawatan dan masa panen yang relatif cepat. Dalam waktu tiga hingga empat tahun, petani sudah bisa menikmati hasil dari tanamannya.

Beberapa wilayah seperti Kecamatan Kembang Janggut dan Muara Badak mencatatkan luas kebun sawit rakyat masing-masing lebih dari 7 ribu dan 5 ribu hektare. Ribuan kepala keluarga kini menggantungkan penghidupan mereka pada sektor ini.

Di sisi lain, PBS mengelola lebih dari 226 ribu hektare lahan sawit di Kukar. Selain menyerap tenaga kerja, perusahaan juga berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur ekonomi lokal.

Untuk memperkuat peran petani, Disbun Kukar memberikan dukungan berupa bantuan bibit, pelatihan teknis, hingga pembentukan kelompok tani berbasis agribisnis. Tujuannya agar petani tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mengelola dan memasarkan hasil secara profesional.

“Petani kita harus kuat, tidak hanya di hulu tapi juga dalam pengelolaan hasil. Kita bantu mereka agar bisa naik kelas,” tegas Taufik.

Meski begitu, Pemkab Kukar tetap menempatkan aspek lingkungan sebagai prioritas. Pemerintah daerah mendorong pengelolaan sawit yang berkelanjutan, baik oleh petani maupun PBS, melalui pemetaan lahan, pengawasan kawasan lindung, dan promosi praktik ramah lingkungan.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh merusak alam. Kita ingin keberlanjutan, agar manfaat sawit bisa dirasakan lintas generasi,” pungkasnya. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!