Tenggarong, intuisi.co– Langkah progresif kembali diambil Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam upaya pemberdayaan perempuan. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kukar resmi meluncurkan program “Perkakas Diri” atau Perempuan Kepala Keluarga Berkualitas dan Mandiri.
Inisiatif ini digagas oleh Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Perlindungan Perempuan (PP), dan Peningkatan Sumber Daya dan Gender Anak (PSDGA), Chalimatus Sa’diah, yang juga merupakan peserta Pendidikan Kepemimpinan Administrator (PKA) 2025.
“Program ini lahir dari keresahan sosial atas stigma negatif terhadap perempuan kepala keluarga atau Pekka. Padahal, mereka adalah sosok tangguh yang menggantikan peran penting dalam rumah tangga karena berbagai kondisi seperti perceraian, suami meninggal, sakit, atau bekerja jauh,” jelas Chalimatus saat peluncuran program di Tenggarong, Kamis (14/8/2025).
Melalui Perkakas Diri, DP3A membentuk jejaring kelompok Pekka sebagai wadah berbagi pengalaman, saling mendukung, dan meningkatkan kapasitas diri. Kelompok ini akan difasilitasi pelatihan sesuai potensi masing-masing, mulai dari kuliner, tata rias, hingga kerajinan tangan berbasis lokal.
Sebagai bentuk dukungan pemasaran, DP3A juga menghadirkan Gerai Berkah Pekka “PIJAR” (Perempuan Inspiratif Jual Asa dan Rasa). Gerai ini berfungsi sebagai etalase produk-produk hasil karya Pekka, sekaligus menjadi ruang promosi yang memperkuat posisi mereka di pasar lokal.
“Pekka bukan hanya soal bertahan, tapi juga tentang berdaya dan bermartabat,” tegas Chalimatus.
DP3A mengklasifikasikan Pekka dalam tiga kategori: rentan perkawinan anak, produktif, dan lansia. Fokus utama pembinaan diarahkan pada Pekka produktif yang masih memiliki potensi ekonomi aktif, sementara Pekka lansia akan diarahkan ke program pendampingan sosial oleh Dinas Sosial.
Peluncuran perdana program ini diikuti oleh 80 peserta dari enam kelurahan di Tenggarong. Ke depan, program Perkakas Diri akan diperluas ke wilayah pesisir dan hulu Mahakam agar menjangkau lebih banyak perempuan yang membutuhkan dukungan.
Tak hanya soal pelatihan dan pemasaran, program ini juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri para Pekka. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa perempuan kepala keluarga tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai pilar penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi Kukar. (adv/ara)



