Drone Pertanian Gandakan Panen Padi Petani Kukar

intuisi

13 Agu 2025 11:53 WITA

Ilustrasi drone yang menyirami persawahan. (Istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Inovasi teknologi pertanian mulai diterapkan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Salah satu terobosan terbaru adalah penggunaan drone untuk mendukung aktivitas budidaya padi.

Penerapan teknologi ini terbukti mampu menggandakan hasil panen petani. Dari sebelumnya rata-rata 3 ton per hektare, kini bisa meningkat hingga 6 ton per hektare berkat efisiensi kerja dan pemantauan lahan yang lebih akurat.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar memanfaatkan dua jenis drone: sprayer untuk penyemprotan dan drone khusus penebar benih. Keduanya dipadukan dengan aplikasi digital farming yang memungkinkan petani memantau kondisi lahan secara real-time.

“Di Bukit Biru kami memiliki dua unit drone untuk penyemprotan, sementara di Anggana ada satu unit khusus untuk menebar benih,” ujar Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, Rabu (13/8/2025).

Efisiensi waktu dan tenaga menjadi keunggulan utama dari teknologi ini. Taufik menyebut dukungan Bank Indonesia turut mempercepat pengembangan fasilitas pertanian modern di Kukar.

“Alhamdulillah BI sudah memberikan dukungan, khususnya dalam pengembangan teknologi pertanian,” ucapnya.

Dampak positif mulai dirasakan langsung oleh petani. Plt. Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, menyebut bahwa hasil panen yang meningkat telah berkontribusi pada kesejahteraan petani di wilayahnya.

“Dari padi yang biasanya 3 ton menjadi 6 ton, otomatis tingkat kesejahteraan petani semakin baik,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengapresiasi manfaat teknologi yang mampu menghemat tenaga, biaya, dan waktu. Menurutnya, alat ini sangat berguna bagi petani lokal.

“Oh ya jelas senang. Artinya dengan adanya ini kan otomatis hemat tenaga, hemat biaya, hemat waktu,” ujarnya.

Ke depan, pola tanam di Bukit Biru ditargetkan bisa dilakukan hingga tiga kali dalam setahun. Dengan pendampingan teknologi, Sudiyarso berharap kemampuan petani meningkat dan Kukar bisa menjadi pelopor swasembada pangan di Kalimantan Timur.

“Kalau bisa masif di seluruh Kalimantan Timur, kita bisa swasembada pangan. Dan dimulai dari Bukit Biru lah,” tutupnya. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!