Sorotan

Dua Lagi Warga Kaltim Peserta Ijtima Dunia Zona Asia Masuk Daftar PDP

Angka PDP mengalami gejala mirip covid-19 terus bertambah di Kaltim. Dua dari empat kasus terbaru, memiliki riwayat perjalanan di Gowa, Sulawesi Selatan.

Samarinda, intuisi.co – Ancaman covid-19 di Kaltim semakin masif. Jumlah ODP terus melonjak. Pada Senin ini, 30 Maret 2020, bertambah 689 orang. Sementara jumlah PDP juga meningkat signifikan.

Otoritas kesehatan di kabupaten/kota pun didorong untuk semakin aktif. Mencegah penyebaran virus corona dengan memastikan masyarakat menghindari keramaian. Termasuk aktivitas tak urgen di luar rumah.

“Kami tak henti-hentinya meminta warga berdiam diri di rumah. Menjaga kesehatan. Olahraga, rajin cuci tangan, dan berjemur,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak, dalam keterangan pada Senin sore, 30 Maret 2020, di gedung serba guna Diskes Kaltim, Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda Ulu.

Sebelumnya, orang dalam pemantauan (ODP) di Kaltim berada di angka 2.408. Namun pada Senin ini, 30 Maret 2020, melonjak jadi 3.097. Bertambah 689 orang. Sementara yang telah menyelesaikan masa pemantauan ada 887.  “Dengan demikian tersisa 2.210 proses pemantauan,” sebutnya.

Adapun untuk angka pasien dalam pengawasan (PDP), dari semula 83 orang menjadi 169. Terjadi peningkatan 86 orang. Sebagian besar data dari Balikpapan. Dipengaruhi pendataan yang baru masuk belakangan. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Balikpapan rupanya belum sepenuhnya melaporkan PDP yang dirawat. Dari jumlah tersebut, 84 pasien dipastikan negatif. Sedangkan yang masih menunggu hasil Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), tersisa 68 PDP.

Kasus PDP Baru

Untuk data PDP terbaru, bertambah empat kasus. Yang pertama dari Kutai Barat (Kubar). Hasil tracing kegiatan Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan. Kini mengalami batuk, pilek, dan demam. Dalam pengawasan ketat tenaga medis.

Berikutnya dari Kutai Timur (Kutim) sebanyak dua kasus. Satu pasien erat kaitannya dengan pasien positif virus corona Kutim yang dirawat di RSUD Taman Husada Bontang. Atau berasal dari cluster Persidangan Sinode Tahunan (PST) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) di Bogor pada 26-29 Februari 2020. Mengalami keluhan batuk, pilek, dan demam.

Pasien lainnya dengan gejala sama, memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur. “Terakhir dari Berau. Satu PDP punya riwayat kontak dengan pasien positif virus corona yang meninggal di Balikpapan. Keduanya berasal dari kegiatan sama, Itjima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)

Baca juga:  Hasil Rapid Test Positif, PDP Covid-19 di Samarinda Meninggal Dunia

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.