Ekonomi Digital Kukar Tumbuh, Dorong UMKM Kuasai Strategi Online

intuisi

27 Agu 2025 15:36 WITA

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor saat ditemui awak media. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Pertumbuhan ekonomi digital di Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai beradaptasi dengan perubahan zaman, tidak lagi hanya mengandalkan penjualan konvensional, tetapi juga aktif memanfaatkan platform digital.

Adaptasi ini menjadi sinyal bahwa ekosistem digital di Kukar mulai terbentuk secara alami. Banyak pelaku usaha kini meninggalkan transaksi tunai, beralih ke sistem pembayaran digital, dan membangun jaringan reseller online untuk memperluas jangkauan pasar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menilai bahwa bertahan di era digital tidak cukup hanya dengan membuka toko online. Menurutnya, pelaku UMKM harus menguasai strategi menyeluruh agar produk lokal mampu bersaing dengan usaha dari luar daerah.

“Pemerintah ingin UMKM Kukar benar-benar menguasai strategi digital, mulai dari pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga membaca tren konsumen. Jadi bukan sekadar formalitas,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).

Program pendampingan pun disiapkan agar transformasi digital berjalan berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, UMKM dijembatani dengan marketplace besar, penyedia logistik, dan lembaga keuangan berbasis digital.

Setiap peserta bahkan diberi ruang untuk mempresentasikan perkembangan usahanya agar mendapat masukan langsung dari mentor.

Pendekatan yang digunakan bersifat bertahap. UMKM pemula difokuskan pada keterampilan dasar seperti membuat katalog produk digital, sementara pelaku usaha yang sudah mapan diberikan materi lanjutan seperti strategi membangun brand dan analisis data penjualan.

Optimisme terus tumbuh seiring meningkatnya partisipasi pelaku usaha. Diskop UKM Kukar meyakini bahwa semakin banyak UMKM yang menguasai strategi online, maka perputaran ekonomi daerah juga akan meningkat.

“Kalau UMKM kita kuat di ekosistem digital, otomatis mereka bisa menembus pasar lebih luas, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada rantai pasok ekonomi digital nasional,” tegas Thaufiq.

Dengan sinergi antara pendampingan teknis dan kesiapan pelaku usaha, Kukar dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan UMKM digital di Kalimantan Timur. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!