Tenggarong, intuisi.co– Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) untuk menghidupkan kawasan wisata kota terus berlanjut. Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan fungsi Gedung Ekraf dan Pujasera di Taman Kota Raja, Tenggarong.
Terletak di jantung kota, kedua fasilitas ini ditargetkan menjadi magnet baru bagi masyarakat, terutama saat akhir pekan. Pemerintah berharap kehadiran pengunjung tak hanya meningkat, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa geliat masyarakat mulai terasa di malam-malam akhir pekan. Namun, aktivitas tersebut belum sepenuhnya mendorong transaksi ekonomi.
“Pengunjung datang sebentar, tidak menghabiskan uang di sini. Jika ada fasilitas memadai, mereka akan betah lebih lama, seperti kebutuhan makan dan hiburan,” jelasnya, Senin (11/8/2025).
Untuk menjawab tantangan itu, Dinas PU membuka opsi kehadiran tenant nasional di kawasan tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan sekaligus mendorong sinergi dengan pelaku UMKM lokal.
“Semua harus hidup, termasuk UMKM dan fasilitasnya. Ini juga bisa menjadi daya tarik bagi anak muda dengan konsep yang lebih segar,” tambah Wiyono.
Sejumlah pembenahan teknis pun sedang dilakukan. Perbaikan akses jalan masuk, sistem pencahayaan, dan ketersediaan air bersih menjadi prioritas agar pengunjung merasa nyaman. Tak hanya untuk kebutuhan harian, Gedung Ekraf juga dipertimbangkan sebagai lokasi perayaan malam tahun baru. Wiyono menyebut hal ini masih menunggu persetujuan kepala daerah.
“Jika Bupati dan Wakil Bupati menyetujui, tahun baru bisa dilaksanakan di sini,” ujarnya.
Di sisi lain, operasional penuh Pujasera ditargetkan terealisasi tahun ini. Dengan lokasi strategis dan akses parkir yang memadai, fasilitas ini diproyeksikan menjadi penunjang utama bagi geliat wisata malam di Tenggarong.
“Untuk Pujasera, kami menargetkan operasional penuh tahun ini meski masih ada beberapa kekurangan,” pungkasnya. (adv/ara)



