Tenggarong, intuisi.co– Talenta digital di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kini memiliki rumah bersama. Gedung Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) resmi difungsikan sebagai pusat kolaborasi bagi kreator game dan aplikasi, lengkap dengan fasilitas teknologi tinggi untuk mendukung karya lokal menembus pasar nasional.
Langkah ini menjadi terobosan Dinas Pariwisata Kukar dalam memfasilitasi pengembang muda berbakat di bidang teknologi informasi (IT).
Selama ini, potensi mereka belum terwadahi secara maksimal karena minimnya sarana dan belum adanya ruang kolaboratif yang terpusat. Kepala Bidang Pengembangan Ekraf Dispar Kukar, Zikri Umulda, menyebutkan bahwa Kukar memiliki banyak talenta muda di sektor IT, khususnya dalam pengembangan aplikasi dan game.
“Anak-anak IT di Kukar ini luar biasa, cuma mereka masih terpencar dan bekerja sendiri-sendiri. Maka itu, Gedung Kekraf akan kita fungsikan sebagai wadah mereka, lengkap dengan peralatan dan server yang memadai,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Fasilitas yang disiapkan mencakup perangkat komputer berspesifikasi tinggi dan server lokal untuk penyimpanan data. Tujuannya agar para kreator bisa berkreasi tanpa harus bergantung pada sumber daya luar daerah. Dispar Kukar berharap pusat ini mampu menarik komunitas digital untuk berkumpul, berjejaring, dan berinovasi bersama.
Zikri menekankan bahwa subsektor aplikasi dan game memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah di era digital. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga bisa menunjang pelayanan publik.
“Aplikasi bisa bantu data pelaku ekonomi kreatif sampai tingkat kecamatan, dan game bisa jadi media promosi budaya lokal kita,” tambahnya.
Inspirasi pengembangan datang dari Kota Malang, Jawa Timur, yang telah menerapkan sistem pendataan berbasis aplikasi hingga ke tingkat desa. Kukar berencana mengadopsi pendekatan serupa melalui kolaborasi kreator lokal dan dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah.
Menurut Zikri, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
“Zaman sekarang, kalau kita tidak ikut arus digital, kita akan tertinggal. Dan subsektor aplikasi dan game ini justru bisa jadi lokomotif penggerak ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas,” pungkasnya.
Adanya Gedung Kekraf sebagai inkubator kreator digital, Kukar bersiap menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif, kolaboratif, dan kompetitif. Pemerintah daerah berharap langkah ini menjadi titik awal lahirnya karya-karya digital lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional. (adv/ara)



