Gema Tebus Kukar: Telur Rebus untuk Tumbuh Kembang Anak

intuisi

20 Agu 2025 14:57 WITA

Gerakan makan telur rebus di Creative Park Tenggarong. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Di sudut Creative Park Tenggarong, aroma telur rebus menyatu dengan tawa anak-anak sekolah yang duduk di kursi plastik. Telur hangat berpindah tangan, menjadi sarapan sederhana yang membuka hari mereka.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Gemar Makan Telur Rebus (Gema Tebus), program gizi yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mendorong konsumsi makanan sehat dan terjangkau di kalangan pelajar.

Bukan tanpa alasan, telur dipilih sebagai ikon gerakan. Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno, menyebut telur sebagai “superfood” yang sering diremehkan. Kandungan proteinnya tinggi, lengkap dengan vitamin dan mineral penting bagi tumbuh kembang anak.

“Telur memiliki kandungan gizi yang lengkap dibanding banyak makanan lain. Harganya terjangkau, pengolahannya mudah, cukup direbus, dan hasilnya sehat,” ujar Hero, Rabu (20/8/2025).

Alih-alih menjadi program seremonial, Gema Tebus diharapkan menjadi kebiasaan harian. Hero membayangkan satu butir telur rebus setiap pagi sebagai rutinitas sederhana yang menempel di ingatan anak-anak Kukar.

Masalah gizi seperti stunting masih menjadi tantangan di beberapa wilayah Kukar. Di sisi lain, pola konsumsi masyarakat makin bergeser ke makanan cepat saji yang tinggi garam, gula, dan lemak.

Melalui Gema Tebus, pemerintah ingin mengubah persepsi bahwa makanan sehat harus mahal atau rumit. Telur rebus menjadi simbol bahwa solusi gizi bisa dimulai dari dapur rumah tangga.

Peluncuran gerakan ini dilakukan bersamaan dengan agenda Gerakan Pangan Murah di Creative Park. Namun, kampanye tidak berhenti di sana. Pemkab Kukar akan menggandeng sekolah, kelompok ibu-ibu, dan komunitas lokal untuk menjadikannya gerakan berkelanjutan.

Beberapa sekolah bahkan mulai menyisipkan edukasi gizi dalam kegiatan belajar. Anak-anak dikenalkan pada manfaat telur, cara merebus yang benar, hingga membuat bekal sederhana berbahan dasar telur.

Langkah kecil ini diyakini mampu membentuk generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Telur rebus mungkin terlihat biasa, tapi dampaknya bisa luar biasa.

Gema Tebus menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Terkadang, perubahan besar justru lahir dari kebiasaan kecil yang konsisten. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!