Gerai PIJAR Kukar, Etalase Karya dan Asa Perempuan Mandiri

intuisi

22 Agu 2025 15:27 WITA

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno saat ditemui media. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co- Pasar lokal di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memiliki wajah baru yang menyimpan lebih dari sekadar produk. Gerai PIJAR singkatan dari Perempuan Inspiratif Jual Asa dan Rasa, hadir sebagai ruang yang merangkum semangat, perjuangan, dan kreativitas perempuan kepala keluarga.

Program ini merupakan terobosan Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), yang bertujuan mengangkat potensi ekonomi rumahan ke panggung yang lebih luas. Produk-produk yang ditampilkan lahir dari tangan-tangan terampil yang menjadi tulang punggung keluarga.

Lokasi gerai berada di pusat aktivitas warga, menjadikannya etalase strategis bagi aneka produk UMKM berbasis rumah tangga, mulai dari kue kering, sambal kemasan, olahan ikan, hingga kerajinan tangan yang rapi dan kreatif.

Produk-produk ini sebelumnya hanya beredar di lingkup kecil, kini berkesempatan menjangkau pasar yang lebih luas. Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menekankan bahwa Gerai PIJAR bukan sekadar tempat transaksi.

“Kami ingin perempuan kepala keluarga tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Keberanian untuk memasarkan produk ke pasar yang lebih kompetitif, termasuk platform digital, menjadi salah satu harapan besar dari kehadiran gerai ini. PIJAR merupakan bagian dari program Perempuan Kepala Keluarga Mandiri dan Berkualitas (Perkakas Diri), yang membekali peserta dengan keterampilan praktis seperti pengolahan makanan, tata rias, dan pembuatan kerajinan.

Selain keterampilan teknis, program ini juga memberikan pelatihan manajemen usaha dan literasi keuangan. Hero menegaskan, pemberdayaan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan keluarga.

“Pemerintah memberikan pelatihan yang bisa langsung menjadi sumber penghasilan. Tujuannya agar mereka bisa bersaing di pasar dan mengelola rumah tangga dengan lebih efektif,” jelasnya.

Dampak dari Gerai PIJAR diharapkan menciptakan efek berantai. Ketika perempuan kepala keluarga mendapatkan penghasilan tambahan, kualitas hidup keluarga meningkat, anak-anak bisa mengakses pendidikan yang lebih baik, dan lingkungan sekitar pun ikut merasakan manfaatnya.

DP3A Kukar menargetkan gerai ini menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk memulai usaha, meski dari skala kecil. Pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui pelatihan lanjutan, promosi, dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Bagi banyak perempuan di Kukar, PIJAR bukan hanya gerai fisik, melainkan simbol semangat untuk bangkit dan mandiri. Dari dapur rumah mereka, produk-produk lahir, dibawa ke PIJAR, dan menjadi saksi perjalanan dari asa menuju keberhasilan.

Dengan konsep ini, Pemkab Kukar berharap akan lahir lebih banyak perempuan tangguh yang mampu menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!