Tenggarong, intuisi.co– Menjelang pertengahan Agustus 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kondisi pasar tetap stabil. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pemantauan terhadap stok dan harga bahan pokok penting (Bapokting) terus dilakukan secara rutin.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan setiap pekan oleh petugas lapangan di sejumlah pasar tradisional. Hasil terbaru menunjukkan bahwa hampir seluruh komoditas pokok tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan.
“Berdasarkan data petugas kami, harga bapokting saat ini stabil. Hanya bawang merah yang sempat mengalami kenaikan menjadi Rp 60 ribu per kilogram,” jelas Sayid, Jumat (15/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang merah tersebut bersifat musiman dan dipicu oleh beberapa faktor, seperti keterlambatan distribusi atau penurunan produksi akibat gagal panen di daerah penghasil. Namun, kondisi ini diperkirakan tidak berlangsung lama.
“Kenaikannya tidak lama, paling hanya satu minggu, setelah itu suplai kembali normal dan harga turun,” tambahnya.
Sejumlah harga bahan pokok yang terpantau stabil antara lain beras Rp 17–18 ribu per kilogram, gula Rp 18 ribu, minyak goreng Rp 18 ribu per liter, telur ayam Rp 60 ribu per piring, dan tepung terigu Rp 14 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti susu kental manis dijual Rp 13 ribu per kaleng, dan mie instan Rp 3.500 per bungkus.
Sementara itu, harga daging ayam potong justru mengalami penurunan dari kisaran Rp 30–35 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram. Penurunan ini disebabkan oleh melimpahnya pasokan dari peternak lokal.
“Harga ayam potong memang fluktuatif, tergantung kondisi di kandang. Kalau pasokan melimpah, harga turun. Sebaliknya jika stok terbatas, harga bisa naik,” ungkap Sayid.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan kelangkaan bahan pokok dari pedagang maupun masyarakat. Aktivitas jual-beli di pasar berjalan normal, dan masyarakat tetap berbelanja sesuai kebutuhan harian.
Disperindag Kukar turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) saat terjadi kenaikan harga pada salah satu komoditas.
Menurut Sayid, lonjakan harga biasanya bersifat sementara dan akan kembali stabil seiring normalnya pasokan.
“Yang penting masyarakat memahami kondisi di lapangan. Kenaikan harga bisa terjadi karena faktor cuaca, distribusi, atau produksi, tetapi tidak berlangsung lama,” tegasnya.
Pemantauan berkala dan koordinasi bersama pelaku usaha, Disperindag optimistis ketersediaan dan harga sembako di Kukar akan tetap terjaga hingga akhir tahun, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan dan hari besar keagamaan mendatang. (adv/ara)



