Hari Anak Nasional di Kukar Soroti Zona Bebas Pekerja Anak

intuisi

15 Nov 2025 11:22 WITA

Beasiswa Kukar Idaman
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono saat ditemui awak media. (Kontributor intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co Gelak tawa anak-anak di halaman Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tenggarong menjadi pusat perhatian pada peringatan Hari Anak Nasional 2025. Di tengah suasana yang penuh kehangatan itu, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan kembali komitmennya memperkuat perlindungan anak, khususnya bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, Sabtu (15/11/2025).

Sekda Kukar Sunggono menuturkan bahwa kegiatan di SLB bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk melihat langsung dinamika dan ekspresi anak-anak. Suasana riang yang tampak, katanya, menjadi pengingat bahwa anak-anak Kukar tetap membutuhkan ruang bermain yang aman, seimbang, dan merata. Selain itu, kegiatan ini juga memberi masukan penting bagi pemerintah dalam memperkuat program Zona Bebas Pekerja Anak.

“Ketika kita lihat, anak-anak sangat antusias, dan forum anak menunjukkan seperti apa seharusnya anak-anak itu ceria, bekerja sama, dan bisa lepas dari gadget,” kata Sunggono.

Dukungan terhadap partisipasi anak turut digencarkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar. Keterlibatan langsung anak-anak dinilai penting agar mereka dapat mengutarakan pendapat dan kebutuhan secara terbuka.

“Kita ingin mereka menyuarakan aspirasinya, menyampaikan apa yang dibutuhkan anak-anak hari ini. Makanya forum anak ini kita dorong agar benar-benar aktif, bukan hanya formalitas,” ucap Plt Kepala DP3A, Hero Suprayatno.

Seluruh rangkaian peringatan Hari Anak tahun ini dipercayakan sepenuhnya kepada Forum Anak Kukar. Mulai dari penyusunan agenda, pelaksanaan kegiatan, hingga kebutuhan fasilitas. Ke depan, DP3A menargetkan peringatan ini tidak hanya terkonsentrasi di kota, tetapi juga menyebar ke desa dan kecamatan agar jangkauannya semakin luas.

Hero juga menyinggung tantangan baru di era digital, di mana anak-anak semakin terikat teknologi namun kehilangan banyak ruang interaksi sosial. Untuk itu, DP3A mendistribusikan alat edukasi ke puskesmas, rumah ibadah ramah anak, hingga area bermain sebagai upaya mendorong interaksi langsung di lingkungan.

Di tingkat kelembagaan, ia memastikan bahwa Forum Anak sudah hadir di seluruh kecamatan dan kini tengah didorong hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Strukturalnya ada di desa, kecamatan, dan kabupaten. Tapi advokasinya di bidang pemenuhan hak anak, supaya kapasitas mereka bisa terus meningkat,” jelasnya.

Ketua Forum Anak Kukar, Zahratul Jannah, berharap capaian Kukar sebagai Kabupaten Layak Anak dapat diikuti dengan ruang partisipasi yang semakin besar. Ia menyebut forum kini telah menyiapkan program mingguan, bulanan, hingga tahunan.

“Kami pengennya kalau ada kegiatan, bisa didukung dinas-dinas. Kami juga mau lebih banyak acara supaya Forum Anak Kukar bisa lebih maju,” ujarnya.

Dalam program mingguan, Forum Anak berencana turun ke Titik Nol Tenggarong dan memaksimalkan momen Car Free Day (CFD) untuk berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Sementara itu, program bulanan akan diisi dengan kegiatan sosialisasi, dan agenda tahunan dipusatkan pada peringatan Hari Anak serta acara besar lainnya. (adv/rio)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!