Ekonomi

HIPMI Samarinda Sorot Perlakuan Tak Adil dari Penutupan Citra Niaga

Sejumlah poin dikemukakan HIPMI Samarinda setelah sanksi penutupan sementara kafe dan restoran di Citra Niaga dan Tepian Mahakam.

Samarinda, intuisi.co – Sanksi penutupan sementara kafe dan restoran di Citra Niaga mendapat kritikan HIPMI Samarinda. Penerapannya dinilai tak adil. Mengingat THM yang diragukan protokol kesehatannya, tetap bisa beroperasi.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Samarinda Abdurrasyid Rahman, menilai kebijakan sanksi oleh Pemkot Samarinda hanya menyasar sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mestinya pemerintah setara saat memberikan hukuman.

“Kalau bicara UMKM ditutup, sementara tempat hiburan malam masih bisa beroperasi, saya melihat memang ada ketidakadilan di sini,” ujar Abdurrasyid Rahman, Selasa petang, 29 September 2020.

Abdurrasyid menyadari kedai di Citra Niaga maupun Tepian Mahakam memang melanggar protokol kesehatan. Namun di sisi lain, penerapan protokol kesehatan di tempat hiburan malam (THM) juga perlu disorot.

Penutupan sementara kedai-kedai di Citra Niaga maupun Tepian Mahakam, jelas menuntut pengelola putar otak. Mayoritas bersiasat dengan layanan take away. Memaksimalkan jejaring ekonomi.

Menurut Abdurrasyid, memaksimalkan jejaring ekonomi pada masa pandemi covid-19, merupakan langkah tepat. Kendati demikian, bakal lebih ideal jika pemerintah dapat berkontribusi lewat anggaran covid-19 yang belum tersalur maksimal.

“Kan ada dananya. Sudah sepatutnya pemerintah membantu, pun demikian dengan pihak bank. Apalagi ini masa sulit karena pandemik,” tegasnya.

Meski begitu, lanjut dia, persoalan ini bukan hanya ada di pemerintah. Para pelaku usaha juga sepatutnya mengerti dengan protokol kesehatan. Jangan sampai abai hanya demi target. Pengelola Citra Niaga dan Tepian Mahakam juga mesti tegas memberikan imbauan.

“Semua pasti terkena dampak. Maka dari itu pemerintah harus membuka ruang bicara bagi pengusaha. Suka tak suka, mereka lah yang kembali membuka Citra Niaga ke masa kejayaan tiga dekade lalu. Jadi di bantu lah,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.